February 24, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Dilarang di Beberapa Negara, Berikut Daftar Mie Instan Buatan Indonesia Ditemukan Mengandung Etilen Oksida, Pemicu Kanker

2 min read

JAKARTA – Sejak beberapa waktu lalu, ada fakta baru yang ditemukan dari mi instan produk Indonesia. Bukan masalah sepele, ini karena mi tersebut diketahui mengandung bahan yang berbahaya.

Dilansir berbagai sumber, Taiwan menemukan bahwa mi yang menjadi perbincangan ini mengandung etilen oksida. Bahan ini dinilai berbahaya karena menjadi pemicu kanker.

Taiwan melaporkan ada dua produk mi instan yang memicu kanker yang salah satunya berasal dari Tanah Air, yakni Indomie rasa Ayam Spesial. Dalam inspeksi yang dilakukan, ditemukan bahwa ada kadar etilen oksida yang melebihi batas dalam dua produk mi instan tersebut.

Akibatnya, Kemenkes Taiwan meminta para pengecer menarik produk mi instan tersebut dari toko-tokonya. Sementara itu, para importir produk bakal dikenakan denda antara 60 ribu dolar Taiwan atau setara Rp29 juta hingga maksimal 200 juta dolar Taiwan atau setara Rp97 triliun.

 

 

Mengenal Etilen Oksida yang Jadi Penyebab Mie Instan RI Dilarang di Luar Negeri

Dalam siaran pers yang dikutip dari detikcom, temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan acak terhadap 30 produk mi instan yang dijual di supermarket dan toko-toko di sana. Produk yang diuji terdiri dari 25 produk impor dan lima produk dalam negeri.

Untuk mengenal etilen oksida lebih dalam, simak fakta-faktanya sebagai berikut, ya.

 

  1. Etilen oksida bersifat karsinogen

Dikutip dari Cancer.gov, etilen oksida dalam keadaan suhu kamar merupakan gas yang tak memiliki warna dan memiliki aroma yang manis, Bunda. Etilen oksida dikaitkan sebagai zat karsinogenik atau zat yang dapat menyebabkan kanker.

Limfoma dan leukemia menjadi dua jenis kanker yang paling sering dilaporkan terkait dengan paparan etilen oksida. Selain itu, etilen oksida juga dikaitkan dengan risiko kanker perut dan payudara.

 

  1. Digunakan sebagai pestisida

Melalui penjelasan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM), etilen oksida atau EtO merupakan pestisida yang digunakan sebagai fumigasi. Dalam jumlah yang kecil, etilen oksida juga digunakan sebagai bahan pensteril.

Hal ini pun membuat paparan etilen oksida pada masyarakat umum biasanya terjadi karena penggunaan produk yang telah disterilkan menggunakan etilen oksida. Misalnya seperti produk medis, kosmetik, dan peralatan peternakan.

 

  1. Efek etilen oksida

Sebagaimana yang dijelaskan oleh pakar farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Zullies Ikawati, ada risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh etilen oksida yang bergantung pada jumlah paparan. Semakin besar dan tinggi paparannya, maka akan semakin besar risiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan.

Dalam jangka pendek, paparan etilen oksida melalui inhalasi yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Adapun efek lanjutan yang dapat terjadi bisa mempengaruhi susunan saraf pusat, pusing, kejang dan koma, hingga kerusakan paru. []

 

Advertisement
Advertisement