September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ditengah Situasi Pandemi, Jika Kita Terpaksa Berada Dalam Kerumunan, Sebaiknya Lakukan Beberapa Hal Berikut

2 min read
Kerumunan PRT Asing di Hong Kong saat liburan (foto HK01)

Kerumunan PRT Asing di Hong Kong saat liburan (foto HK01)

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

ApakabarOnline.com – Bagi kamu yang terpaksa berada di dalam kerumunan, misalnya karena harus menyelesaikan urusan tertentu, terlebih pada masa libur Lebaran saat ini, demi terhindar dari COVID-19, Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Tjandra Yoga Aditama memberikan saran buatmu.

“Tetaplah dijaga jarak sedikitnya 1 meter dengan orang lain di sekitar kita, ada juga yang menyebut jarak lebih jauh khususnya kalau di dalam ruangan,” katanya dalam pesan elektronik, Jumat, (14/5).

Hal ini sesuai dengan pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni berada lebih jauh dari orang lain lebih aman ketimbang berada pada jarak dekat bersama-sama untuk mencegah penularan bila di sekitar kamu ada yang batuk, bersin atau berbicara keras.

Penularan virus penyebab COVID-19 diketahui melalui tetesan air pernapasan dari batuk, bersin atau bahkan berbicara dengan seseorang yang terinfeksi. Apabila kamu terlalu dekat dengan seseorang yang terkena COVID-19, kamu bisa menghirup tetesan yang dia keluarkan.

Menjaga jarak setidaknya satu meter menjadi salah satu anjuran para pakar kesehatan untuk menurunkan risiko kamu terkena lebih dari 80 persen. Tetapi ini juga perlu dibarengi penerapan protokol kesehatan lain seperti penggunaan masker yang tepat dan baik serta kebiasaan selalu mencuci tangan.

Selain jarak, kamu juga disarankan mempersingkat waktu berada di dalam kerumunan. Tjandra menuturkan, semakin lama kamu menempatkan diri dalam kerumunan, maka semakin besar pula peluangmu tertular COVID-19.

“Lebih pendek waktu seseorang dalam kerumunan maka akan lebih kecil kemungkinan tertular COVID-19. Kalau berlama-lama, maka makin makin besar kemungkinan penularannya. WHO menyebutnya sebagai shorter time periods with others are safer,” tutur Tjandra.

Dalam kondisi yang mengharuskanmu bertemu dengan sejumlah orang, usahakanlah lokasinya berada di luar ruangan. Sesuai dengan anjuran WHO yakni udara terbuka lebih aman daripada ruangan tertutup, kalaupun terpaksa harus berada di dalam ruangan, seharusnya ada ventilasi terbuka dengan udara luar.

Tjandra mengingkatkan, berada di dalam rumah saat ini jauh lebih aman. Kalaupun harus keluar rumah, pastikan itu sebatas untuk urusan mendesak.

“Tentu sudah jelas anjuran adalah agar lebih baik di rumah saja kalau tidaklah terlalu perlu ke luar,” pungkas Tjandra. []

Advertisement
Advertisement