May 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ditinggal Suami Menjadi PMI ke Malaysia, Mantan PMI Hong Kong “Hoho Hihe” dengan Pak Kepala Desa

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

TULUNGAGUNG – Memang susah menjalani hidup dengan pasangan LDR alias berjauhan bagi sebagian orang. Jika hanya sehari, sepekan atau sebulan, mungkin relatif bisa di dikendalikan segala letupan kebutuhan tatih tayang. Namun jika hingga bertahun-tahun lamanya, tak jarang mencari hiburan dengan kawan menjadi solusinya.

Seperti yang dilakoni oleh pasangan suami istri mantan PMI Hong Kong,  PTY dan suaminya ini.  Bertahun-tahun ditinggal suami menjadi PMI ke Malaysia, mantan PMI Hong Kong ini tidak mampu bertahan dengan kuatnya letupan hasrat mendapat tatih tayang.

Walhasil, kegelisahan PTY pun tertangkap oleh kepekaan antena tatih tayang pak Kepala Desa Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung, Jawa Timur yang berinisial MDK.

Terlebih, sehari-hari PTY mengabdikan diri menjadi salah satu staff di kantor desa setempat guna mengisi dan mengalihkan pada kegiatan positif dan produktif.

Sehari-hari bertemu dengan pak Kelapa Desa, berawal dari urusan pekerjaan pemerintahan desa, kedua insan yang perlahan-lahan saling suka sama suka ini akhirnya larut dalam hubungan saling memberi tatih tayang.

Peristiwa tersebut terungkap pada Rabu (14/04/2021) tengah malam. Disaat masyarakat desa tengah riuh ramai melantunkan ayat-atay Al-qur’an dalam rangkaian tadarus Ramadhan, pak Kepala Desa Pucanglaban, MDK justru tengah asik ber”hoho hihe” dirumah PTY.

Keterangan warga setempat menyebutkan, hubungan keduanya sejatinya sudah lama dicurigai warga. Gelagat tidak lazim antara MDK dengan PTY diam-diam diikuti.

Akhirnya, pada Rabu malam Kamis kemarin, warga berhasil menangkap basah pimpinan mereka setelah sebelumnya mendengar suara-suara meraung, mengaduh, dan kreket-kreket, di dalam kamar rumah PTY.

Saat warga mendobrak masuk ke rumah PTY, MDK sempat tidak tampak didalam rumah tersebut. Hanya PTY sendiri yang dalam kondisi berkeringat sambil menahan napas ngos-ngosan seperti habis lari marathon mengelilingi desa Pucanglaban.

Tak mau kehilangan barang bukti, akhirnya warga yang tidak percaya begitu saja bahwa PTY sedang tidak bersama siapa-siapa, akhirnya salah satu warga berhasil menemukan MDK bersembunyi di plafon rumah PTY.

Menurut Kapolsek Pucanglaban, Iptu Ipung Haryanto penggerebekan itu diolakukan  25 warga pada Rabu (14/04/2021) sekitar pukul 23.00 WIB. Selanjutnya ada sekitar 100 orang yang mendatangi Mapolsek Pucanglaban, Kamis (15/04/2021) dini hari.

Mereka bermaksud mengawal kasus ini, dan memastikan MDK serta PTY diproses secara hukum. Ipung sempat memanggil empat orang perwakilan warga, dan memberi pengertian. Warga akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Ipung memaparkan, dugaan perzinahan adalah delik aduan absolut. Perkara ini bisa diproses jika pihak yang dirugikan, dalam hal ini istri Kades maupun suami PTY melapor.

“Istri Kades sudah datang, malah membuat surat pernyataan bermaterai, tidak akan melaporkan suaminya,” ungkap Ipung.

Disisi lain, Ipung mengaku sudah berkomunikasi dengan suami PTY di Malaysia. Jawaban suami Pty, masih akan membicarakannya dengan keluarga.

Dengan demikian kasus ini tidak bisa diproses, karena belum ada pelapor.  Kasus akan dilanjutkan jika suami PTY melapor di kemudian hari.

Meski diakui Ipung, sangat sulit untuk membuktikan terjadi perzinakan antara MDK dan PTY. []

 

 

Advertisement
Advertisement