Diviralkan Meninggal, Begini Kondisi PMI Bernama Yuni

Prime Banner

SUBANG – Sosial media seringkali bisa menjadi perantara disaat piranti komunikasi lainnya sudah terputus dan kehilangan jejak bahkan sampai bertahun-tahun lamanya. Banyak, keterlantaran dan penderitaan PMI di negara penempatan bisa tertolong lantaran bantuan sosial media. Pun demikian dengan kabar duka, saat seorang PMI meninggal dunia, keluarga akan menjadi mengetahui terlebih dahulu kabar tersebut melalui sosial media. Jika melihat yang demikian, positif dan bermanfaat, sosial media membawa keuntungan.

Namun, tak jarang pula berita rekayasa (kabar bohong), maupun informasi mengambang beredar viral melalui sosial media tanpa pernah melakukan verifikasi terlebih dahulu akan kebenaran informasinya. Sudah menjadi kecenderungan, seolah-olah jika mendengar atau menerima kabar duka, akan langsung membagikan kepafda teman-teman di jaringan sosial media.

Kondisi tersebutlah yang membuat informasi perihal kabar meninggalnya Yuni, PMI asal Muara Blanakan, Subang Jawa Barat dengan cepat menjadi viral. Tentu kabar tersebut mengejutkan siapa saja, terlebih lagi, status Yuni merupakan PMI Ilegal di Saudi Arabia.

Menyikapi simpang siur kebenaran kabar tersebut, Disnakertrans Kabupaten Subang akhirnya turun tangan dalam rangka melakukan verifikasi. Pencarian tersebut berujung pada sebuah alamat yang berhasil ditemukan. Namun, saat dilakukan verifikasi, informasi yang didapat justru sebaliknya.

Menukil pemberitaan Warta Kini,  Kasi Binapenta Disnakertrans Subang, H.Indra Suparman,SH, mendatangi sebuah alamat di Dusun Suka asih RT.02/03 Desa Muara,Kecamatan Blanakan Subang. Di rumah tersebutlah, Yuni, PMI yang diviralkan meninggal dunia, keluarganya tinggal.

Namun, yang ditemukan oleh pihak Disnakertrans Subang justru sebaliknya, Yuni dalam kondisi masih hidup, sehat serta baik-baik saja. Hal tersebut dinyatakan oleh keluarganya yang ternyata tidak pernah mengalami putus komunikasi dengan Yuni meskipun komunikasi terjalin lewat sambungan telpon saja.

“Saya pastikan itu Hoax, saya sudah mendatangi rumah TKI tersebut di Muara Blanakan dan orang tuanya membantah kabar tersebut” kata Indra.

Selain mendatangi rumah PMI tersebut, kami juga langsung menghubungi PMI tersebut melalui video call

“Alhamdulillah TKI bernama Yuni yang dikabarkan meninggal jatuh dari lantai 2 di Riyadh Saudi Arabia, ternyata kabar tersebut Hoax”ungkapnya, Sabtu pagi(04/05/2019)

“Setelah kami video call dengan Yuni, ternyata beliau masih dalam keadaan sehat wal-afiat”imbuhnya.

Dikatakan Indra, Berita Hoax tersebut di Viralkan di Facebook oleh orang yang tak bertanggung jawab.

“Mungkin ada orang yang tidak suka sama Yuni, hingga membuat berita bohong untuk membuat shock keluarganya di kampung’ ucapnya.

Indra juga menjelaskan, Kasus PMI Yuni yang berangkat secara Ilegal 6 bulan lalu ke Riyadh Saudi Arabia membuat miris kita semua.

“Lagi-lagi warga Subang yang ingin bekerja ke luar negeri mudah percaya sama sponsor dan berangkat secara ilegal”jelasnya.

Indra menambahkan, Kasus Yuni ini bukan yang pertama PMI asal Subang yang berangkat secara Ilegal.

” Minimnya pengetahuan dan rendahnya pengawasan dari pihak desa membuat kasus keberangkatan TKI Ilegal ini sering terjadi khususnya diwilayah Pantura Subang”terangnya

Maka dari itu Indra berharap pihak pemerintah desa setempat bisa mengawasi warganya yang akan berangkat menjadi PMI.

“Pihak Desa harus bisa mengawasi warganya yang akan berangkat menjadi TKI, apakah berangkat secara legal atau ilegal dengan membawa berkas-berkas keberangkatan sekaligus melampirkan nama alamat PJTKI dan sponsornya”tandasnya. []

You may also like...