August 8, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Edukasi untuk Ibu-Ibu PKK Agar Tak Goyang Hadapi Inflasi

2 min read

SEMARANG – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) berpeluang untuk turut terlibat dalam mengatasi problem inflasi. Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, langkah itu di antaranya dengan aktif melakukan edukasi pemanfaatan lahan dan menu pendamping nasi.

“PKK harus bisa multi talenta,” kata Ganjar, saat memberikan sambutan pengarahan acara Rakor Pembina TP PKK di Gradhika Bhakti Praja, Selasa (19/07/2022).

Di depan peserta, ia pun mengakui jika saat ini dunia sedang tidak baik-baik saja. Selain fokus pada stunting, PKK juga bisa turut serta pada penanganan persoalan umum lainnya.

Mantan anggota DPR RI itu menambahkan, TP PKK selama ini bergerak dengan sangat baik. Meski anggaran minim, TP PKK Jateng terus menjalankan program bahkan juara nasional.

“Anggaran PKK Jateng itu paling kecil tapi kegiatannya banyak, karena sinergi. Sinergitas dengan daerah dan sektor lain. Pola kerjasama ini kita arahkan,” kata Ganjar.

Terkait inflasi, Ganjar mengatakan TP PKK bisa melanjutkan pola kerjasama ini dalam konteks penanganan inflasi. Mereka, kata Ganjar, menjadi inisiator program berbasis data yang ada di masyarakat.

“Karena ini cabai tinggi (harganya), bawang merah ya. Sebenarnya mereka (warga) diajari (PKK) untuk nanam sendiri kan juga bisa. Bibitnya kita bisa bantu,” ujarnya.

Ganjar mengatakan, dalam pelaksanaannya PKK tidak jalan sendiri. Sinergitas tetap dilakukan. Dalam hal ini, kolaborasi dijalankan dengan Dinas Pertanian mendampingi. Sehingga konsep diversifikasi pangan rtnalan.

“Dan tanaman-tanaman pendamping beras atau padi, itu juga mesti digalakkan. Sehingga konsep diversifikasi pangannya jalan,” ujarnya.

Ganjar menegaskan hal ini butuh pembiasaan agar stok pangan alternatif melimpah dan berkembang. “PKK sangat bisa memberikan edukasi soal itu,” tandasnya.

Sementara Ketua TP PKK Atikoh Ganjar Pranowo mengatakan, target binaannya selama ini mayoritas berada di desa atau di pedesaan. Selama pandemi, pembinaan tetap berjaln secara virtual dan luring.

“Dari PKK kita mengedepankan bagaimana keluarga bisa terwujud kedaulatan pangan di tingkat keluarga. Salah satunya dengan memanfaatkan pekarangan agar mereka bisa menanam. Jadi bagaimana walau lahan sempit bisa berkontribusi untuk nutrisi keluarga,” katanya.  []

Advertisement
Advertisement