Employment Business Matching Dorong Penempatan Pekerja Migran Terampil di Kancah Global
2 min read
JAKARTA – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggelar serangkaian agenda strategis dalam hari ketiga pameran Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-41 Tahun 2026, Jumat (16/10/2026).
Digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, rangkaian perhelatan diawali dengan pertemuan bilateral bersama employer dan agency dari Korea Selatan dan Jepang pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan sesi Employment Business Matching (EBM) pada siang hari.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI, Dwi Setiawan Susanto, menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam menyiapkan tenaga kerja terampil untuk mengisi kebutuhan pasar kerja global yang tengah menghadapi tantangan demografi dan penuaan populasi (aging population).
”Indonesia memiliki talenta pekerja terampil yang siap mengisi peluang kerja internasional di berbagai sektor, seperti hospitality, healthcare, konstruksi, hingga pertanian. Melalui skema pelatihan, sertifikasi bahasa, dan upskilling, pemerintah menargetkan penyiapan ribuan tenaga kerja terampil yang bersaing secara global hingga tahun 2029,” ujar Dwi.
Ia juga menekankan pentingnya integrasi sistem satu pintu melalui Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) demi menjamin proses perekrutan yang transparan, aman, dan beretika.
Sementara itu, Direktur Pemetaan Pasar Kerja Luar Negeri KP2MI, Devriel Sogia, menyampaikan bahwa forum EBM berfungsi sebagai jembatan langsung antara calon pemberi kerja internasional dan para pemangku kepentingan ketenagakerjaan di Indonesia.
”Melalui Employment Business Matching ini, kami memfasilitasi dialog langsung untuk memetakan kebutuhan kualifikasi, bahasa, dan keahlian teknis secara presisi, sehingga penempatan Pekerja Migran Indonesia sesuai tepat sasaran dengan standar negara tujuan,” ungkap Devriel.
Forum EBM TEI 2026 ini juga mendapat sambutan antusias dan positif dari berbagai perwakilan agensi serta mitra perusahaan internasional.
Perwakilan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Alabuga, Tatarstan, Rusia, mengapresiasi kinerja pekerja Indonesia dan memperkenalkan program Alabuga Start bagi tenaga kerja muda wanita berusia 18 hingga 22 tahun di sektor hospitality, logistik, hingga operator dengan fasilitas akomodasi serta perlindungan penuh.
Selanjutnya, agensi dari Taiwan menginformasikan kebutuhan 200 hingga 400 tenaga kerja konstruksi untuk pembangunan pabrik Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC)dengan skema bebas biaya (zero fee).
Kemudian, agensi dari Brunei Darussalam menekankan pentingnya skill matching agar pekerja terampil Indonesia langsung mengisi posisi yang presisi dan produktif.
Adapun agensi dari Gambia mengutarakan minat besar terhadap keahlian pekerja Indonesia di bidang pertukangan kayu (woodwork), konstruksi, finishing, hospitality, hingga pertanian untuk mendukung infrastruktur kawasan Afrika.
Kehadiran mitra dari kawasan Timur Tengah yang berasal dari Uni Emirat Arab dan Arab Saudi juga turut menjajaki kerja sama penempatan tenaga terampil di sektor jasa, kesehatan, dan konstruksi. []
