Gak Mau Ngerti Sedang Menstruasi, Babang Tamvan Bangladesh Hiyang Hiyangan PMI Dilaporkan Polisi
2 min read
HONG KONG – Entah apa yang mengendap didasar ubun ubun babang tamvan asal Bangladesh berusia 29 yang menjadi hiyang hiyangan seorang PMI berusia 34 tahun ini. Dalam kondisi hiyang hiyangannya sedang kedatangan tamu bulanan, babang tamvan tak peduli hingga harus berujung penahanan.
Informasi yang berhasil dihimpun koresponden ApakabarOnline di SIngapura pada hari Minggu (04/10/2026) kemarin menyatakan, PMI berinisial SE asal Indramayu ini sejatinya di kampung halaman memiliki seorang anak dan seorang suami. Namun di Singapura, untuk memenuhi kebutuhan yang kalau di kampung halaman didapatkan dari suaminya, SE mencari pemenuhan dari babang Bangladesh berinisial BB.
Keduanya sudah beberapa bulan menjalin hubungan hiyang hiyangan, dan babang Bangladesh ini merupakan pria ke tiga yang menjadi hiyang hiyangan SE setelah sebelumnya pernah menjalin dengan pria lainnya.
Setiap kali libur tiba, SE biasanya akan menghabiskan waktunya dengan BB sepanjang hari. Mereka mengisi waktu mulai dari jalan-jalan bersama, makan bersama, dan hampir selalu dilengkapi dengan setrum menyetrum bersama. Pun demikian pada hari Minggu kemarin.
Namun lantaran secara fisik biologis, SE sedang kedatangan tamu bulanan dan sedang deras-derasnya, tentu mood SE untuk setrum menyetrum dengan BB hilang. Namun tidak demikian dengan BB, azimat yang sudah sepekan berpuasa menunggu hari libur tiba untuk disalurkan, tetiba mendapat penolakan karena sedang ada tamu bulanan.
Tidak kurang akal, BB menawarkan opsi menyetrum lewat berkaraoke saja, tapi SE mengelak dan bilang capek. Kemudian BB menawarkan opsi lewat jalur belakang alias tusbol, namun SE ragu.
Keraguan tersebut membuat BB seolah mendapat sedikit celah yang apabila diperjuangkan akan menjadi jalan lebar untuk masuk.
Dan saat BB berhasil mengkondisikan dengan setengah paksa SE untuk siap disetrum lajur belakangnya, tetiba SE merasakan sakit yang luar biasa hingga air matanya menetes. Namun BB tak peduli dan terus gigih berusaha.
Dititik tersebut, SE yang merasa sangat kesakitan akhirnya meronta dan melepaskan diri dengan memendam amarah. Kemudian meninggalkan asrama SE lalu tak jauh dari TKP, SE bertemu personil Polisi yang tengah berpatroli.
SE langsung bernyanyi dengan apa yang barusan dia alami, dan gerak cepat Polisi membuat tidak membutuhkan waktu lama, BB sudah berpindah asrama, dari asrama pekerja Bangladesh menuju asrama prodeo di kantor Polisi.
Kasus yang dikategorikan sebagai serangan seksual ini sedang dalam penanganan Kepolisian Singapura untuk selanjutnya akan dinaikan ke Pengadilan. []
