February 23, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Gegara Hiyang Hiyangan dengan Pekerja Asal Afrika, Mantan PMI Hong Kong Asal Blitar Terkatung Katung di Ghana Tidak Bisa Pulang

2 min read

JAKARTA – Seorang mantan pekerja miran Indonesia asal Blitar Jawa Timur dikabarkan mengalami nasib kurang beruntung setelah keluarganya membuka keadaan PMI tersebut agar mendapat pertolongan.

PMI tersebut adalah Sumiati (49) yang merupakan warga Kelurahan SUtojayan Kabupaten Blitar.

Dihimpun dari berbagai sumber, diperoleh informasi fakta fakta terkait dengan Sumiati.

Sumiati memasuki dan tinggal di benua Afrika, persisnya di negara Ghana sejak tahun 2009.

Perjalanannya ke Ghana berawal dari perkenalannya dengan seorang pekerja asal Ghana di Hong Kong. Beberapa tahun kenal, interaksi Sumiati meningkat menjadi hubungan Hiyang Hiyangan. Pada saat itulah kepercayaan dan kebutuhan untuk selalu dekat, mulai terajut

Sesampainya di Ghana, Sumiati sempat berkomunikasi dengan keluarga dan menunjukkan aktifitasnya di Ghana

Sumiati oleh keluarganya diketahui bekerja menjadi guru setingkat SD dan TK

Masalah muncul beberapa tahun belakangan, Sumiati yang mulai tidak betah dan merindukan kampung halaman menuturkan perasaannya kepada keluarga.

Namun niat Sumiati untuk pulang terkendala dua hal utama, pertama paspornya sudah kadaluwarsa sejak 2014 silam.

Untuk memperpanjang paspor, Sumiati tidak bisa melakukannya di Ghana, sebab perwakilan Indonesia terdekat dengan Ghana ada di Nigeria, dimana Sumiati harus menyeberangi dua negara.

Kendala kedua, Sumiati tidak memiliki cukup uang. Sehari-hari di Ghana, Sumiati tidak memiliki pekerjaan tetap. Penghasilan yang dia dapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dengan standart yang penting bisa makan.

Kepada keluarganya, Sumiati meminta agar keluarganya mencarikan bantuan untuk dirinya agar bisa pulang ke Blitar .

Keluarga di Blitar meyakini, Sumiati saat ini  berada di Ibu Kota Ghana, Accra, tapi di wilayah pedesaan atau pinggiran.

“Saya khawatirnya Mbak Sum ini ditelantarkan Kekasihnya. Terakhir dia sampai bilang, ‘tolong kamu hubungi Kementerian Luar Negeri, minta tolong bagaimana saya bisa pulang’,” tutur Novin, keluarga Sumiati di Blitar.

Novin mengatakan bahwa kini pihak keluarga sangat mengkhawatirkan kehidupan Sumiati dan berharap Sumiati dapat pulang ke kampung halamannya di Blitar. []

 

Advertisement
Advertisement