April 24, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Gelontorkan Dolar Hong Kong ke Ngawi, Tiga Taipan Negeri Beton Bakal Menyerap 10 Ribu Pekerja

2 min read

MADIUN – Masyarakat Ngawi menyambut gembira kabar terkini terkait tiga investor asal Hong Kong yang telah memutuskan untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Ngawi. Sejumlah pabrik yang kini mulai dibangun di Kecamatan Geneng, seakan membawa angin segar bagi ekonomi lokal.

Bondan, seorang warga Kecamatan Geneng, dengan ekspresi penuh harapan menyatakan, “Kabar pembangunan sudah terdengar, dan proses pembebasan lahan terjadi dengan cukup cepat.”

Inisiatif para investor ini diharapkan mampu menggairahkan kegiatan ekonomi di wilayah Geneng dan Kasreman, dua kecamatan yang menjadi fokus pembangunan pabrik.

Pemerintah Kabupaten Ngawi menanggapi positif langkah-langkah yang diambil oleh para investor internasional ini. Proyek investasi yang digulirkan ini tidak hanya membuka peluang peningkatan iklim investasi tetapi juga memberikan harapan baru dalam menekan tingkat pengangguran yang ada.

Totok Sudaryanto, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ngawi, dengan penuh optimisme mengungkapkan bahwa pekerjaan pembangunan telah dimulai.

“Ketiga investor tersebut terjun dalam industri pembuatan mainan. Meskipun nilai investasi yang akan ditanamkan masih belum bisa dipastikan, laporan investasi akan tetap termonitor setiap semester melalui aplikasi dari Kementerian Investasi,” ujar Totok.

Diproyeksikan, pembangunan pabrik ini akan membuka kesempatan kerja bagi 10 ribu orang. Lebih jauh lagi, kehadiran pabrik diharapkan mampu memberikan stimulus pada ekonomi daerah dan menggerakkan roda usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menyokong keberadaan usaha penyediaan rumah kost di sekitarnya.

“Ada efek berganda dari keberadaan pabrik ini,” tambah Totok.

Ini menjadi bukti bahwa pembangunan industri memiliki dampak yang luas, tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi sekitar.

Dalam konteks yang lebih luas, Totok menjelaskan bahwa banyak daerah di Indonesia berlomba-lomba untuk menarik investor dengan menawarkan berbagai insentif.

“Lahan luas, lokasi strategis, proses perizinan yang efisien, serta upah pekerja yang kompetitif menjadi bagian dari strategi promosi untuk menarik minat investor,” tutur Totok.

Pemerintah Kabupaten Ngawi tidak tinggal diam. Dengan aktif mempromosikan potensi yang dimiliki, Ngawi berharap dapat menjadi magnet bagi para investor, baik lokal maupun asing, untuk terus berinvestasi dan berkontribusi pada kemajuan ekonomi daerah tersebut. []

Advertisement
Advertisement