November 27, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Gempa 7 SR Guncang Turki dan Yunani, Air Laut Menerjang Kota, Begini Suasana Terkini

3 min read
Prime Banner

JAKARTA – Gempa berkekuatan 7.0 melanda Laut Aegean pada Jumat (30/10/2020) petang waktu setempat . Getarannya menghancurkan bagian barat Turki.

Bangunan di sepanjang garis pantai dilaporkan mengalami kerusakan. Warga di dan sekitar Izmir, Turki berhamburan keluar gedung untuk berlindung.

Mengutip CNN, Setidaknya, 20 gedung hancur di Izmir.

Gambar-gambar baik video maupun foto yang beredar di media sosial menunjuukan mobil yang ringsek tertimpa reruntuhan bangunan. Sementara itu, siaran TV memperlihatkan orang-orang berusaha menggali reruntuhan, mencari korban selamat.

Gempa ini dirasakan dari Istanbul hingga Athena. Express menyebut gelombang pasang menerjang pesisir Izmir dan air laut memasuki kota yang berpenduduk sekitar 3 juta jiwa itu.

“Beberapa warga kami terjebak di reruntuhan,” kata Menteri Lingkungan Hidup Turki Murat Kurum.

Gempa tersebut juga memicu tsunami kecil di Seferihisar, kata Huseyin Alan kepala Teknisi Geologi Turki kepada kantor berita negara TRT seraya memperingatkan agar orang-orang menjauh dari gedung.

Gempa juga terasa di Yunani termasuk ibu kota Athena. Diberitakan AFP, gempa yang mengguncang “Negeri Dewa” itu sebesar 6,6-6,7 magnitudo.

Media Yunani yang dikutip Al Jazeera melaporkan, penduduk Samos dan pulau-pulau lainnya langsung keluar rumah dan batu-batuan berjatuhan.

Sebagai informasi, Turki dan Yunani sama-sama berada di garis patahan dan gempa bumi menjadi hal yang biasa terjadi. Pada Januari lalu, lebih dari 30 orang tewas dan lebih dari 1.600 lainnya terluka ketika gempa bumi melanda Sivrice di provinsi Elazig, Turki bagian timur.

Pada Juli 2019, ibu kota Yunani, Athena, dilanda gempa yang mematikan listrik di sebagian besar kota. Sebuah gempa kuat juga pernah melanda kota Izmit di Turki, dekat Istanbul, pada tahun 1999 menewaskan sekitar 17.000 orang.

Dampak gempa bumi

Melansir BBC, Sabtu (31/10/2020), gempa dangkal ini memicu tsunami kecil yang mengakibatkan banjir di Izmir dan Samos.

Ada laporan yang menyatakan adanya banjir di kota tersebut setelah tingkat muka air laut mengalami peningkatan.  Beberapa nelayan juga dikabarkan hilang. Menurut Badan Darurat Turki, salah satu dari 20 orang yang tewas disebut tenggelam.

Seorang petugas di Sigacik, dekat Izmir, Yasar Keles mengungkapkan bahwa orang tersebut meninggal setelah kursi rodanya terhantam dan terbalik oleh air yang naik. Saat ini, pihak berwenang di Izmir mendirikan tenda untuk menampung sekitar 2.000 orang dalam semalam karena kekhawatiran akan lebih banyak bangunan yang runtuh.

Pihak berwenang pun mengatakan, 70 orang telah diselamatkan dari bawah reruntuhan. Tim penyelamat terus menggali reruntuhan, berusaha untuk menemukan lebih banyak korban dan menyelamatkannya.

USGS mengatakan, gempa itu memiliki kedalaman 10 kilometer di bawah tanah. Sedangkan pihak Turki menyebut bahwa gempa berada di kedalaman 16 kilometer di bawah tanah.

 

Kondisi di Izmir

Izmir merupakan kota terbesar ketiga di Turki dengan jumlah penduduk hampir 3 juta orang. Setelah gempa terjadi di sana, orang-orang ketakutan dan mengalami kepanikan.

Mereka berhamburan ke jalan lantaran setidaknya 20 bangunan runtuh. Video-video amatir yang memperlihatkan terjadinya gempa pun diunggah di media sosial.

“Getarannya benar-benar kuat dan hampir cukup untuk membuatmu jatuh,” kata salah seorang penduduk di Urla, barat Izmir, Chris Bedford seperti dikutip BBC, Sabtu (31/10/2020).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pemerintah akan membantu masyarakat yang terdampak oleh gempa ini dengan segala cara yang dapat dilakukan oleh negara.

 

Kondisi di Yunani

Di Yunani, dua remaja tewas saat sebuah dinding runtuh di Samos. Delapan orang pun dilaporkan luka-luka di pulau tersebut. Sebuah tsunami kecil membanjiri pelabuhan Samos.

Selain itu, sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan. Pihak berwenang di Yunani menyebut bahwa kekuatan gempa adalah M6,7.

“Kami merasakannya (getaran) dengan sangat kuat,” kata jurnalis lokal Manos Stefanakis.

Menurut dia, gempa ini merupakan yang terbesar sejak 1904 silam. Dengan kondisi tersebut, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk tetap tinggal di luar ruangan dan menjauhi wilayah pesisir.  []

Advertisement