August 1, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Gubernur Minta Keberadaan Shelter Khusus PMI di Juanda Dimaksimalkan

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta kepada berharap Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Jawa Timur untuk memaksimalkan keberadaan shleter untuk para pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jatim. Keberadaan shelter ini diharapkan mampu membantu PMI bila mereka kebingungan ketika hendak pulang kampung.

Pembangunan shelter di Bandara Juanda tersebut semata untuk memastikan para PMI bisa pulang dengan aman dan selamat. Sebab sebagian besar dari mereka membawa uang dalam jumlah yang cukup banyak. Shelter juga dimaksudkan untuk mempercepat pelayanan.

Hal ini dikatan Gubernur Khofifah saat rapat koordinasi virtual dengan beberapa OPD, salah satunya dengan OPD Disnakertrans Jatim, Kamis (21/01/2021).

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo, mengatakan Tahun 2020 terutama di akhir Desember, Disnakertrans mengalami tantangan yang berat karena angka pengangguran meningkat.

Untuk mengatasinya, Disnakertrans melakukan breakdown persoalan. Selanjutnya diharapkan Disnakertrans bisa berkontribusi besar dalam menyelesaikan persoalan pengangguran dan hal ini menjadi target capaian dalam rangka Jatim Bangkit 2021.

Disnakertrans Jatim mempunyai sembilan program prioritas dalam Jatim bangkit, yaitu 1. milenial job center (program penempatan tenaga kerja), 2. pelatihan kerja di 16 UPT BLK ( program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja di 16 UPT BLK), 3. pelatihan instensif 480 jampel di 16 UPT BLK (program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja di 16 UPT BLK ), 4. job market fair, (program penempatan tenaga kerja dan program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja di 16 UPT BLK).

Kemudian ke 5. revitalisasi 16 UPT BLK (program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja di 16 upt blk), 6. kerjasama daerah penempatan transmigrasi dengan daerah tujuan (program perencanaan kawasan transmigrasi dan program pembangunan pembangunan kawasan transmigrasi), 7. pelatihan dan sertifikasi cpmi (program penempatan tenaga kerja), 8 vocational training pasca kepulangan PMI (Pekerja Migran Indonesia) (program penempatan tenaga kerja ), 9. pengembangan shelter sebagai pusat konsultasi dan pendampingan (program penempatan tenaga kerja). (humas Pemprov) []

Advertisement
Advertisement