April 23, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Hal-Hal yang Dapat Merusak Ibadah Puasa

2 min read

JAKARTA – Sebagaimana diketahui, puasa Ramadan adalah ibadah yang bernilai pahala besar di sisi Allah SWT, karena amalan puasa berbeda dari ibadah-ibadah lainnya, puasa merupakan ibadah khusus.

Bahkan Allah SWT sendiri akan membalas langsung ganjaran orang yang menjalankannya. Sebagaimana dilansir dari Almanhaj.or.id, diriwayatkan oleh Bukhari, 1761 dan Muslim, 1946 yang artinya Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alai wasallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”

Sebagaimana dikutip dari Pikiranrakyat-depok.com berikut lima hal yang bisa merusak pahala dan membatalkan puasa Ramadan.

 

  1. Berpikiran mesum atau jorok

Ulama berpendapat bisa saja tidak batal puasa, namun pahala puasanya rusak karena tidak bisa menahan hawa nafsu. Padahal, puasa merupakan ujian untuk menahan hawa nafsu. Sementara itu, jika melakukan hubungan seksual suami-istri ataupun masturbasi di siang hari, maka akan membatalkan puasa.

 

  1. Berkata dusta

Melansir Tirto.id, berkata dusta adalah menyampaikan sesuatu yang berlainan dengan kenyataan. Jika dilhat dalam hal perbuatan, orang yang berdusta juga bisa berperilaku tidak sesuai dengan perkataannya.

Dusta merupakan dosa besar dalam Islam, induk dari banyak maksiat lain. Jika seseorang sudah terlanjur berdusta, ia akan melakukan kebohongan lain untuk menutupi yang pertama.

Karena itu, jika orang berdusta selama ia berpuasa maka ibadah puasanya tidak bernilai apa-apa di sisi Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan,” (H.R. Bukhari).

 

  1. Sengaja makan atau minum

Sudah pasti, makan dan minum secara sengaja sebelum waktu buka puasa akan membatalkan puasa. Sedangkan, jika lupa tidak sengaja minum ataupun makan, maka dihukumi masih puasa asal tidak melanjutkan minum atau makan.

 

  1. Gibah, gosip, atau membicarakan keburukan orang lain

Kendati gibah tidak termasuk dusta, tapi membicarakan keburukan orang lain termasuk perilaku tercela yang dilarang Islam.

Seseorang yang bergosip atau membicarakan keburukan orang lain dianalogikan seperti memakan bangkai saudaranya, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Hujurat ayat 12.

Jika seorang muslim bergibah, sedang ia berpuasa, maka ia hanya memperoleh lapar dan haus saja, tidak ada pahala bagi ibadah puasanya. Hal ini ditegaskan dalam hadis berikut:

“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, ‘Aku sedang puasa, aku sedang puasa’,” (H.R. Ibnu Khuzaimah).

 

  1. Adu domba dan fitnah

Akar dari perbuatan adu domba dan fitnah adalah kebencian. Adu domba dapat berupa rasa tidak senang melihat orang lain rukun, lalu menyebarkan fitnah untuk merusaknya. Jangankan pahala puasa, Islam mengancam orang yang melakukan adu domba dengan balasan neraka di akherat. Dasarnya adalah sabda Nabi Muhammad SAW: “Pelaku adu domba tidak akan masuk surga,” (H.R. Muslim). []

Advertisement
Advertisement