June 22, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Hal-Hal yang Disebut Bisa Persulit Memperoleh Keturunan

2 min read

JAKARTA – Pasangan yang berjuang untuk memiliki anak seringkali menghadapi tantangan yang menghambat kehamilan. Namun, metode seks tertentu bisa menjadi penghalang yang tidak disadari dalam perjuangan untuk mendapatkan keturunan.

Berbagai aspek dalam berhubungan seksual dapat memengaruhi peluang kehamilan. Salah satu faktor utama adalah frekuensi dan metode berhubungan seks yang dilakukan pasangan.

Mengutip klikdokter.com, pasangan suami istri yang berharap untuk segera hamil harus memperhatikan metode berhubungan seks yang mereka pilih. Berhubungan seks terlalu sering, seperti setiap hari, dapat mengurangi kualitas dan kuantitas sperma pria.

Menurut Dr. Shieva Ghofrany, seorang spesialis kebidanan dan kandungan di Coastal Obstetrics and Gynaecology, memperhitungkan waktu subur sangatlah penting. Kesalahan dalam mengidentifikasi masa subur dapat menyulitkan pasangan untuk hamil.

Untuk meningkatkan peluang kehamilan, penting untuk menghitung masa subur dengan akurat. Dr. Atika menekankan pentingnya mengetahui kapan masa haid dimulai, karena ovulasi terjadi sekitar 12-14 hari sebelum haid dimulai.

Selama masa ovulasi, sel telur yang dilepaskan dapat bertahan di tuba falopi selama 12-24 jam, menunggu pembuahan oleh sperma. Meskipun beberapa posisi seks, seperti misionaris dan woman on top, diklaim dapat meningkatkan peluang hamil, pasangan tidak harus terpaku pada posisi tertentu.

Selain itu, mitos tentang menelan sperma dan kehamilan perlu dibantah. Fakta bahwa kehamilan hanya terjadi ketika sperma bertemu dengan sel telur wanita menegaskan pentingnya penetrasi penis ke vagina selama berhubungan seks.

Penggunaan kontrasepsi dalam bentuk apa pun dapat menghambat upaya pasangan untuk hamil. Oleh karena itu, pasangan yang berusaha memiliki anak sebaiknya menghindari penggunaan metode kontrasepsi.

Meskipun telah memperhatikan metode berhubungan seks yang tepat, ada kalanya kehamilan masih sulit terjadi karena masalah kesehatan reproduksi. Dalam hal ini, berkonsultasi dengan dokter adalah langkah yang bijaksana untuk mengidentifikasi masalah utama dan mencari solusinya. []

Advertisement
Advertisement