Hama Ulat Super Gatal Perusak Dedaunan yang Mewabah di Daratan Tiongkok Terus Mendekat Ke Hong Kong

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Otoritas Tiongkok secara resmi memastikan sebaran hama ulat super gatal yang disebut ulat fall armyworm telah menyebar di 13 provinsi. Ulat tersebut biasa memakan dedaunan pada jenis tumbuhan keluarga rumput-rumputan seperti padi, jagung, tebu dan lainnya. Pernyataan tersebut dirilis pada 9 Mei 2019 kemarin.

Menurut prediksi para ahli, semakin mendekati musim panas, sebaran populasi ulat tersebut selain jumlahnya semakin banyak, juga akan menyebar ke seluruh wilayah Tiongkok tanpa terkecuali.

Menguti pemberitaan Epoch Times, ulat super gatal tersebut diketahui berasal dari daratan Amerika. Di habitat asalnya, mereka menyebar di ladang gandum, jagung, serta padi-padian.

Hingga saat ini tidak ada solusi skala besar untuk menghilangkan hama tersebut.

Jika Tiongkok tidak dapat menghentikan penyebaran hama ulat fall armyworm, maka dapat menghancurkan panen tahun ini dan mengancam ketahanan pangan Tiongkok.

Mengutip informasi dari Pusat Layanan Penyuluhan Teknologi Pertanian Nasional, sebuah agen di bawah Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Tiongkok, surat kabar pemerintah Beijing News melaporkan bahwa hama ulat fall armyworm telah menginvasi 11 provinsi di selatan Tiongkok pada tanggal 8 Mei, yaitu Yunnan, Guangxi, Guizhou , Guangdong, Hunan, Hainan, Fujian, Zhejiang, Hubei, Sichuan, dan Jiangxi.

Beijing News mengatakan bahwa 230 kabupaten dan 52 kota dari provinsi tersebut telah melaporkan bahwa ladang jagung mereka telah dirusak oleh hama ulat fall armyworm. Larva tersebut dapat makan semua daun dan biji-bijian di ladang tanaman dalam waktu semalaman, lalu pindah ke ladang tanaman yang lain dengan cepat, demikian laporan dari pihak pertanian.

Seekor ngengat fall armyworm dapat terbang sejauh 500 kilometer (300 mil) selama masa hidupnya, dan menghasilkan 1.000 hingga 1.500 telur. Telur dapat menetas menjadi larva dalam beberapa hari.

Namun, fall armyworm mengancam sereal pokok Tiongkok; ternak dan unggas diberi makan biji-bijian; dan produk makanan yang terbuat dari biji-bijian seperti minyak nabati, cuka, dan minuman keras.

Sebagai konsumen daging babi terbesar di dunia, Tiongkok juga terhuyung-huyung dihajar demam babi Afrika, yang telah melenyapkan pasokan daging babi negara tersebut.

Pada malam 10 Mei, Sekretaris Makanan dan Kesehatan Hong Kong Sophia Chan Siu-chee mengumumkan bahwa terjadi wabah demam babi Afrika yang pertama di Hong Kong, yang disebarkan oleh babi yang diangkut dari provinsi tetangga yaitu Guangdong di Tiongkok Daratan.

Kasus Hong Kong terbaru menunjukkan epidemi demam babi Afrika masih parah, meskipun otoritas Tiongkok berusaha membantahnya.

Sejak wabah demam babi Afrika pertama terjadi di timur laut Tiongkok pada bulan Agustus 2018, penyakit ini telah menyebar ke semua provinsi dan wilayah Tiongkok. Sejak bulan Januari, tetangga Tiongkok yaitu  Mongolia, Vietnam, dan Kamboja telah melaporkan wabah demam babi Afrika, sementara Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan telah mendeteksi dan menyita produk daging babi yang terinfeksi demam babi Afrika buatan Tiongkok yang dibawa oleh para pelancong melalui bea cukai.[]

 

You may also like...