May 26, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Hong Kong Way, Ribuan Pengunjuk Rasa Bentuk Rantai Manusia Sepanjang Puluhan Kilometer

2 min read

HONG KONG – Ribuan pengunjuk rasa pro-demokrasi, Jumat malam (23/08/2019), saling berpegangan tangan untuk membentuk rantai manusia di segala penjuru Hong Kong. Aksi ini sebagai “pemanasan” untuk demo besar-besaran hari ini, Sabtu (24/08/2019).

Mengutip Channelnewsasia.com, pinggiran kota Hong Kong yang bertabur gedung pencakar langit serta beberapa distrik perbelanjaan yang sibuk penuh dengan pengunjuk rasa yang membentuk rantai manusia.

Banyak pengunjuk rasa yang memakai masker bedah untuk menyembunyikan identitas mereka, dan memegang bendera Hong Kong atau ponsel dengan lampu yang menyala.

Aksi tersebut terinspirasi demonstrasi Baltic Way yang berlangsung 30 tahun lalu. Pada 1989, sekitar dua juta orang membentuk rantai manusia yang membentang lebih dari 600 kilometer, melintasi Estonia, Latvia, dan Lithuania.

Jutaan orang melakukan aksi itu sebagai bentuk protes terhadap Pemerintahan Uni Soviet. Rantai manusia populer dengan sebutan Baltic Way atau Baltic Chain (Rantai Baltik).

Pengunjuk rasa di Hong Kong menyebut aksi damai mereka Hong Kong Way. Beberapa hari terakhir, para penentang Undang-Undang Ekstradisi ini melakukan aksi tanpa kekerasan untuk membuat suara mereka didengar.

Para pengunjuk rasa, baik muda maupun tua meneriakkan “Bebaskan Hong Kong”. “Baltic Way membawa perhatian dunia pada tujuan mereka dan menginspirasi generasi berikutnya,” kata penyelenggara Hong Kong Way dalam sebuah pernyataan tertulis.

“Kami memohon, agar kamu tidak memalingkan muka pada saat genting ini. Berdirilah bersama Hong Kong,” imbuh penyelenggara Hong Kong Way.

Rantai manusia adalah demonstrasi kreatif terbaru setelah hampir tiga bulan aksi protes bergulir, yang telah menyeret Hong Kong kepada krisis politik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Kami telah mencoba pawai tradisional, kami telah mencoba tindakan yang lebih militan, meskipun saya tidak setuju dengan mereka. Kali ini kami keluar bersama untuk bergandengan tangan dan menunjukkan bahwa kami semua masih bersatu,” ujar Wing, salah satu peserta aksi.

“Dengan melakukan ini, kami menunjukkan kepada orang-orang di seluruh dunia, bahwa Hong Kong berkualitas tinggi. Apa yang dilakukan orang 30 tahun lalu, juga bisa kami lakukan,” kata Cat Law, pekerja logistik berusia 60 tahun, yang ikut aksi. []

Advertisement
Advertisement