November 24, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ilmuwan Hong Kong Temukan Ramuan ini Untuk Obati Infeksi Virus Corona

2 min read
Prime Banner

HONG KONG – Penelitian obat anti mikroba untuk memerangi virus corona (Covid-19) yang dilakukan para ilmuwan Hong Kong membuahkan hasil.

Para ilmuwan mengeksplorasi metallodrugs, senyawa yang mengandung logam yang lebih umum digunakan melawan bakteri dan dapat mengobati sakit maag. Metallodrugs disinyalir memiliki sifat anti-virus yang dapat melawan virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini.

Uji coba dilakukan dengan menggunakan hamster Syrian (golden hamster) sebagai subjek. Hasilnya, para ilmuwan menemukan bahwa salah satu obat,ranitidine bismuth citrate (RBC), adalah “agen anti-SARS-CoV-2 yang manjur”.

“RBC mampu menurunkan viral load di paru-paru hamster yang terinfeksi hingga sepuluh kali lipat,” kata Runming Wang, salah satu peneliti dari Universitas Hong Kong kepada wartawan saat mempresentasikan penelitian mereka, pada Senin (12/10/2020) dikutip dari AFP.

“Temuan kami menunjukkan bahwa RBC adalah agen anti-virus potensial untuk Covid-19,” lanjutnya.

Kelompok ilmuwan tersebut mengatakan RBC adalah obat yang umum tersedia yang digunakan untuk melawan tukak lambung dengan profil farmakologis yang aman dan komprehensif.

“Ini telah digunakan selama beberapa dekade sehingga cukup aman,” kata Wang.

Namun dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Microbiology, mereka menyarankan eksplorasi metallodrugs lain dalam melawan virus lebih lanjut.

Para ilmuwan di seluruh dunia kini berlomba-lomba mengembangkan vaksin untuk menyembuhkan pasien Covid-19. Mereka juga mencoba meneliti obat-obatan yang tersedia untuk meringankan gejala atau membantu tubuh melawan infeksi corona.

Remdesivir, obat antivirus berspektrum luas, dan deksametason, sejenis kortikosteroid, keduanya telah diidentifikasi berhasil melawan virus. Keduanya digunakan oleh dokter untuk merawat Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah dia positif Covid-19.

Sayangnya, kedua obat tersebut memiliki kekurangan. Remdesivir dijual dengan harga yang cukup mahal dan dengan stok yang terbatas secara global.

Sementara deksametason memiliki efek penekanan kekebalan yang berisiko untuk semua kecuali pasien yang paling sakit. Koktail obat lain telah menunjukkan risiko kerusakan hati.

Virus corona kini sudah menewaskan lebih dari satu juta orang sejak pertama kali muncul di China Desember 2019 lalu dan kemudian menyebar ke seluruh dunia hingga menjangkit lebih dari 37,7 juta warga dunia. []

Sumber AFP

Advertisement