March 3, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ini Identitas PMI yang Mayatnya Ditemukan di Avignon, Tuen Mun

2 min read
Informasi Pendaftaran Pemilih

HONG KONG – Sejak kemarin, Senin (10/10), beredar berita tentang ditemukannya mayat seorang pekerja rumah tangga (PRT) migran di apartemen The Avignon, Tuen Mun pada hari Minggu (9/10) pagi. Apakabar Plus mendapatkan kepastian, PRT migran bernasib malang itu adalah pekerja migran asal Indonesia (PMI).

“Kami sudah dapat kabarnya. Iya benar, dia PRT asal Indonesia,” kata staf Fungsi Tenaga Kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, Agustaf Ilias, saat dikonfirmasi Apakabar Plus, Selasa (11/10).

Agustaf juga mengonfirmasi, PMI tersebut bernama Dhinia Sabartini, berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. “Dia baru 3 bulan bekerja di Hong Kong,” ujarnya.

Belum ada keterangan dan informasi lebih jelas tentang jati diri dan penyebab kematian korban. Sore hari ini, KJRI baru akan menerima laporan resmi tentang kematian almarhumah Dhinia dari agensi. Berdasarkan keterangan lisan agensi, pada hari Sabtu (8/10) majikan almarhumah keluar rumah dan kembali ke rumah pada tengah malam, sekitar jam 00:00 (malam minggu, jam 12 malam).

“Dia (Dhinia) belum ada di rumah. Pagi-pagi, majikan digedor polisi, mayat pembantunya ditemukan di sekitar apartemen mereka,” ucap Agustaf, mengutip cerita agensi.

Versi Media Lokal Hong Kong

Akun Facebook Mawar Bayduri memposting gambar yang diduga sebagai lokasi ditemukannya mayat Dhinia
Akun Facebook Mawar Bayduri memposting gambar yang diduga sebagai lokasi ditemukannya mayat Dhinia

Mengutip beberapa media lokal Hong Kong, pada hari ini salah satu portal berita online EJ Insight memberitakan adanya seorang PRT perempuan berusia 24 tahun lompat dari atap gedung apartemen Avignon di Tuen Mun, pada hari Minggu. Di lokasi kejadian penyidik polisi menemukan secarik surat yang berisi curahan hati korban, bahwa dia tidak bahagia bekerja di Negeri Beton.

Di hari yang sama, majikan korban telah melapor kehilangan pembantunya. Menurut polisi, korban belum lama tiba dan bekerja di Hong Kong. Salah satu sumber kepolisian mengatakan, selama masih hidup almarhumah tak kuasa menahan rindu keluarga yang ditinggalkannya di kampung halaman.

“Dia (korban) berasal dari Indonesia, dilaporkan Koran Sing Tao,” tulis EJ Insight. [Razak]

FOTO UTAMA: EJ Insight

Advertisement
Advertisement