August 1, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Insiden Berdarah Warnai Peringatan Hari Kembalinya Hong Kong ke Pangkuan China

2 min read
Menjaga peringatan 1 Juli, seorang Personil Polisi Hong Kong Ditusuk (Foto HK01)

Menjaga peringatan 1 Juli, seorang Personil Polisi Hong Kong Ditusuk (Foto HK01)

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – 1 Juli merupakan peringatan hari kembalinya Hong Kong ke pangkuan China. Setiap 1 Juli diperingati dengan upacara kenegaraan dan berbagai ceremonial terkait lainnya di seluruh wilayah Hong Kong.

Namun pada peringatan 1 juli tahun 2021 ini, diwarnai insiden berdarah yang mengakibatkan seorang personil Polisi mengalami luka tusukan dan pelakunya melakukan aksi bunuh diri.

Dihimpun dari pemberitaan beberapa media lokal, seorang pria berusia 50 tahun menikam seorang polisi Hong Kong pada hari peringatan kembalinya Hong Kong ke Pemerintahan China, Kamis (01/07/2021).

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Causeway Bay, persisnya di persimpangan East Point Road dan Great George Street dekat SOGO Causeway Bay sekitar pukul 10 malam.

Menteri Keamanan Hong Kong, Chris Tang menyebut serangan itu sebagai aksi teroris yang dilakukan “serigala tunggal”.

Pada Kamis malam polisi mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki percobaan pembunuhan dan bunuh diri setelah seorang pria menyerang seorang petugas polisi dari belakang pada pukul 10 malam waktu setempat. Pelaku kemudian menusuk dirinya sendiri di dada dengan pisau.

Pelaku kemudian dikirim ke rumah sakit, di mana dia meninggal sekitar satu jam kemudian. Sementafa korban, seorang polisi, berusia 28 tahun itu menderita luka sepanjang 10 sentimeter di punggungnya dan luka tusuk di paru-paru, Korban tengah menjalani operasi,

Berbicara kepada wartawan pada Jumat (02/07/2021) pagi, Tang mengatakan penikaman itu adalah “serangan teroris serigala lokal.”

Dia mengatakan polisi menggeledah rumah pria berusia 50 tahun, yang identitasnya tidak diungkap, dan mengatakan materi di komputernya menunjukkan dia “diradikalisasi,” tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Keamanan ketat di Hong Kong pada Kamis, dengan ribuan petugas polisi, serta truk meriam air dan kendaraan lapis baja dikerahkan di seluruh kota.

Biasanya puluhan ribu orang melakukan demonstrasi pada hari peringatan serah terima untuk memprotes apa pun mulai dari cengkeraman pemerintahan China, hingga perumahan yang tidak terjangkau. Polisi telah melarang pertemuan tahun ini, dengan alasan pandemi virus corona.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam, yang baru saja kembali dari Beijing di mana dia menghadiri perayaan seratus tahun Partai Komunis China, mengutuk penusukan dan tindakan ilegal lainnya dalam sebuah pernyataan.

“Setelah melalui bulan-bulan kerusuhan di paruh kedua tahun 2019, anggota masyarakat sangat membenci kekerasan dan sangat menghargai stabilitas masyarakat sejak penerapan UU Keamanan Nasional tahun lalu,” katanya. []

Advertisement
Advertisement