October 7, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Inspiratif, Proses Kreatif Berwirausaha Lima PMI ini Dibagikan

3 min read

JAKARTA – Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar penggalian informasi untuk penyusunan Buku Profil PMI Inspiratif, Kamis-Jumat (18-19/08/2022).

Adapun kegiatan hari pertama digelar bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta, di kantor BP3MI DKI Jakarta kepada empat purna PMI. Selanjutnya, pada hari kedua dilakukan di Kedai Hiroaki Tako, yang merupakan tempat usaha seorang purna Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Subkoordinator Pelindungan BP3MI DKI Jakarta, Zuni Ariffiyanto berharap  keempat purna PMI yang diundang, kisahnya dapat menjadi pengingat untuk para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) agar berangkat secara prosedural dan kembali menjadi PMI yang inspiratif.

Seperti Sutarsih, seorang purna PMI yang berasal dari Jakarta Selatan. Berbekal dengan pengalaman sebagai asisten manajer di unit bakery sebuah perusahaan ritel besar di Qatar selama lima tahun. Pada tahun 2015, ia memulai bisnisnya di Indonesia dengan mempromosikan makanan ringan ke kantor pemerintahan. Meskipun sempat terdampak pandemi, ia tetap bersemangat menjalankan bisnisnya.

“Saya berusaha menjual makanan yang banyak diminati, agar bisa memasarkan produk dengan maksimal, dan meraih kepercayaan pelanggan,” ujar Sutarsih.

Sementara itu, Nurchaeti, PMI purna yang berasal dari Jakarta dan pernah mengadu nasib di Malaysia dan Singapura selama tiga tahun, juga menggeluti bisnis katering dan roti. Namun, tak hanya bisnis makanan, ia juga mempunyai bisnis penatu.

Berbagai rintangan telah dilewati Nurchaeti ketika mengembangkan usahanya, di antaranya keuntungan yang sangat kecil ketika merintis bisnisnya. Tak menyerah, ia kini mempekerjakan 12 orang di bisnis penatunya.

Selain bisnis penatu, ia juga merambah bidang ekspor keripik ke 15 negara, di antaranya Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Qatar dan Amerika. Sayangnya, bisnis tersebut sempat diterjang pandemi. Untuk mengatasi situasi tersebut, ia memutuskan untuk menjual kripiknya didalam negeri.

“Ibarat kita menaruh telur di satu keranjang, kita juga menaruhnya di tempat lain. Tidak hanya disatu keranjang saja,” ucap Nurchaeti.

Berkat kegigihannya dalam mempertahankan bisnisnya, saat ini ia bisa mulai melakukan ekspor keripik lagi.

Terjun dalam dunia wirausaha juga dilakukan oleh Indra Rusliawan, yang telah menjalankan bisnis kuliner berjualan kue sejak tahun 2018. Berkat ketertarikannya terhadap bisnis, ia tergabung dalam Asosiasi UMKM Kota Depok. Bahkan, ia menjadi ketua asosiasi tersebut untuk periode 2019 hingga 2021.

Pilihan untuk melanjutkan karier juga bukan hal yang aneh bagi para purna PMI. Keinginan untuk melihat Ka’bah, mendorong Noldi Arianto Basnapal untuk bekerja di Timur Tengah, dan akhirnya ia berhasil meniti karier selama tiga tahun di Bahrain dan delapan tahun di Uni Emirat Arab. Setelah kembali ke Indonesia, ia menggeluti profesi sebagai karyawan di perusahaan ritel yang cukup besar.

Tidak hanya berwirausaha, bidang edukasi juga menjadi sebuah opsi karier yang juga ditempuh oleh beberapa purna PMI. Salah satunya adalah Ikhsan Kurniawan, pemuda asal Jakarta yang pernah bekerja di sebuah perusahaan tekstil di Kota Nagoya, Jepang selama tiga tahun.

Terdorong oleh keinginan membagikan ilmu Bahasa Jepang yang ia miliki, dengan sertifikat N2 yang ia punya, ia kini berhasil menjadi pengajar Bahasa Jepang untuk 30 muridnya.

Kisah di atas adalah segelintir cerita inspiratif dari banyaknya pengalaman positif purna PMI dalam meningkatkan kondisi perekonomian mereka di Indonesia. Kisah-kisah lainnya akan dipublikasikan di sebuah buku berjudul Profil PMI Inspiratif.

Koordinator Bidang Data Pusdatin, Elisabeth Endah Widyastuti menyampaikan bahwa nantinya, buku tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran bagi para CPMI dan PMI dalam merencanakan pengembangan karier maupun usaha setelah kembali dari luar negeri. []

Advertisement
Advertisement