January 21, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Islam Mengajarkan Kepada Kita Agar Makan dengan Tangan Kanan, Begini Penjelasannya

3 min read

ApakabarOnline.com – Aturan soal makan minum banyak mendapat perhatian sejak zaman Rasulullah. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam menganjurkan untuk makan dan minum menggunakan tangan kanan.

Ternyata ada makna atas anjuran ini. Berbagai hadis menjelaskan alasan kenapa umat Islam harus makan menggunakan tangan kanan.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menganjurkan untuk melakukan berbagai aktivitas menggunakan tangan kanan. Bahkan sebelum makan pun Rasulullah menggunakan tangan kanan dan akan selalu mengucapkan basmallah.

Dikutip dari detik.com, Aisyah r.a berkata, “Telah menceritakan kepada kami, dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Asy’ats bin Sulaim] saya mendengar [Ayahku] menceritakan dari [Masruq] dari [Aisyah] radliallahu ‘anha dia berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyukai tayamun (mendahulukan yang kanan) ketika bersuci, menyisir rambut dan memakai sandal.”

Rasulullah juga pernah menegur sahabatnya, Umar bin Abi Salamah r.a ketika sedang makan.

“Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Wahai Ghulam, bacalah Bismilillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah cara makanku setelah itu. (HR. Bukhari & Muslim).”

 

Setan makan dengan tangan kiri

Rasulullah menyebut, makan menggunakan tangan kiri hanyalah dilakukan oleh setan. Tentu cara ini tidak baik untuk ditiru.

“Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.” (HR. Muslim).

Dari hadis ini tegas disampaikan kalau umat Muslim diwajibkan makan dan minum menggunakan tangan kanan. Makan menggunakan tangan kiri ketika tangan kanan masih dalam keadaan sehat, sama halnya seperti menyerupai cara makan setan.

Anjuran ini juga berlaku untuk orang kidal. Orang yang dominasi berkegiatan dengan tangan kiri pun harus mengusahakan makan dengan tangan kanan.

Rasulullah pernah menegur orang kidal yang makan menggunakan tangan kirinya.

Salamah bin Al-Akwa’ r.a berkata: “Ada seorang laki-laki yang makan di samping Rasulullah dengan tangan kirinya. Maka Rasulullah bersabda, ‘Makanlah dengan tangan kananmu!’ Dia menjawab, ‘Aku tidak bisa.’ Beliau bersabda, ‘Semoga kamu tidak bisa?’ Padahal tidak ada yang mencegah dia makan dengan tangan kanan kecuali karena sombong. Setelah itu tangannya tidak bisa dia angkat sampai ke mulutnya.” (HR. Muslim).

Makan dengan tangan kiri boleh dilakukan bila ada kendala yang membuatnya tak bisa makan dengan tangan kanan. Misalnya ketika tangan kanannya luka atau tak bisa digerakkan sama sekali.

Dalam Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah (6/119) disebutkan: “jika ada udzur yang menghalangi seseorang untuk makan atau minum dengan tangan kanan, semisal karena sakit atau luka atau semisalnya, maka tidak makruh menggunakan tangan kanan.”

 

Rasulullah makan dengan tiga jari

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam biasa makan dengan tiga jari dan ketika dia selesai (makan), dia menjilatnya. [Muslim].

Melansir islampos.com, Ibn Al-Qayyim menyebutkan dalam “Pengobatan Nabi” tentang jumlah jari yang akan digunakan Nabi untuk memakan makanannya:

Beliau biasa makan dengan tiga jari, yang merupakan cara terbaik untuk makan. Makan dengan satu atau dua jari tidak memungkinkan orang yang makan mendapatkan kesenangan juga tidak memberinya manfaat, dan itu membutuhkan waktu yang lama sebelum dia merasa cukup; organ perut pun juga tidak mendapatkan kesenangan dengan potongan kecil seperti itu.

Makan dengan lima jari dan seluruh tangan menyebabkan makanan menjadi padat sehingga organ perut dipaksa melewatkannya. Ini juga tidak memberikan kesenangan atau manfaat. Cara makan paling baik adalah yang diadopsi oleh Nabi dan mereka yang mengikutinya, dengan tiga jari.

Adab makan bukan hanya sebatas menggunakan tangan kanan. Sebelum menyuapkan makanan, sebaiknya membaca doa terlebih dahulu. Membaca doa sebelum makan akan membawa keberkahan pada makanan yang masuk ke tubuh.

“Wahai Ghulam, sebutlah nama Allah (bacalah “Bismillah”), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022).

Orang yang tidak membaca doa ketika akan makan  dikhawatirkan setan akan ikut makan bersamanya. Berdoa sebelum makan juga sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki yang sudah diberikan Allah SWT dalam bentuk makanan. []

Advertisement
Advertisement