Istri yang Kerja ke Luar Negeri Hilang Kabar, Setiap Lebaran Selalu Ditanya Kabar, Seorang Suami PMI Nekat Gantung Diri

JAKARTA – Sensitifitas dan batas perasaan seseorang dengan orang yang lainnya memanglah tidak sama. Demikian halnya batas batas toleransi terhadap pertanyaan pertanyaan sensitif terkait hal privat dalam hidupnya, beda orang beda batasan.
Seperti yang terjadi pada seorang suami PMI asal Konawe Sulawesi Tenggara kali ini. Disaat tetangga, kerabat dan keluarga merayakan hari Raya Idul Fitri, SA (39) warga Desa Tonduno, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara nekat mengakhiri hidupnya pada seutas tali di samping rumahnya pada Kamis (03/04/2025) kemarin pagi.
Berdasarkan surat wasiat yang dia tulis, dirinya nekat melakukan hal tersebut karena sudah tidak kuat menahan malu, akibat istrinya yang telah bertahun tahun lamanya pergi ke luar negeri menjadi PMI dan tidak ada kabarnya.
Tekanan yang dialami oleh SA terkait kepergian istrinya berasal dari dua orang anaknya sehari-hari. Namun demikian dirinya masih mampu bertahan dan memberi penjelasan,
Akan tetapi, saat setiap momen lebaran tiba, pertanyaan yang sama juga datang dari kerabat, keluarga, tetangga, dan handai taulan yang menanyakan, “bagaimana dan dimana istrimu?”. SA mengaku tidak sanggup lagi ditanya demikian.
Selain mengaku sudah tidak kuat menerima pertanyaan yang menurutnya mengadili, SA juga berwasiat agar direlakan kepergiannya, menitipkan kedua buah hatinya, serta minta dibacakan yasin. []