Karena Wabah Corona, Dua PRT Asing di Hong Kong Diberhentikan Majikannya

Prime Banner

HONG KONG – Serba salah memang, terus menerus tetap berada di dalam rumah majikan, dipandang sebagai pilihan untuk terbebas dari paparan virus corona di luaran. Namun jika terus menerus tetap berada di dalam rumah majikan, tentu ada banyak hal maupun kepentingan yang harus dikorbankan.

Disisi lain, PRT asing di Hong Kong juga memerlukan satu hari sebagai hari untuk berlibur. Agar kelelahan serta kejenuhan bekerja selama sepekan, bisa direstotasi kembali ke titik yang segar.

Sebelum diterpa wabah corona, hari libur PRT asing di Hong kong sudah “Terteror” adanya aksi unjuk rasa berkepanjangan. Mereka harus waspada, didaerah mana dan jam berapa ada unjuk rasa agar terhindar dari kepungnan huru hara dan gas air mata. Belum reda teror unjuk rasa, datang wabah corona.

Ditengah wabah corona menjadi epidemi di Hong Kong belakangan, SCMP mengangkat laporan, adanya dua orang pekerja rumah tangga asing asal Filipina yang diberhentikan majikannya karena beraktifitas di luar rumah majikan saat hari libur.

Mereka adalah Jennifer (46) dan Normelinda (34). Dalam pengakuannya, Jennifer dipecat setelah hampir seharian dia keluar rumah majikan pada hari libur. Sedangkan selama hampir seharian tersebut, Jennifer mengaku menghadiri misa di sebuah gereja di Fretress Hill. Jennifer berangkat keluar dari rumah majikan jam 10:30 pagi pada Sabtu 1 Februari 2020 dan kembali ke rumah majikan pada pukul 12:30 2 Februari 2020 dini hari.

Hal tersebut berbeda dengan yang dialami Normelinda. Kepada SCMP, Normelinda mengaku diberhentikan majikannya karena majikan kehilangan pekerjaan dan sudah tidak mampu lagi membayar gajinya.

Bahkan, kebutuhan darurat corona seperti masker, dandy cleaner, dan lain-lain tidak dibelikan oleh majikannya.

Menyikapi hal demikian, Direktur Manajemen Kasus HELP for Domestic Workers di Hong Kong, Manisha Wijesinghe mengatakan kasus pemberhentian PRT Asing di Hong kong meningkat selama Hong Kongditerpa wabah virus corona. Kebanyakan, pemberhentian berawal dari perselisihan antara PRT Asing dengan majikan dengan kata kunci libur, corona dan tidak mampu membayar.

Manisha meyakini, banyak majikan yang salah dalam memahami dan mengerti maksud dari kebijakan Departemen Kesehatan Hong Kong yang meminta kepada seluruh PRT Asing untuk tetap tinggal di dalam rumah agar meminimalkan penularan virus corona. []

You may also like...