August 12, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kasus Penularan Kian Tak Terbendung, Hong Kong Sedang Mengkaji Memberlakukan Lockdown

2 min read

HONG KONG – Dinamika pandemi covid-19 gelombang kelima di Hong Kong kian memperlihatkan kedahsyatannya. Angka kasus baru harian yang dilaporkan sejak beberapa waktu belakangan progresnya terus mengalami kenaikan signifikan.

Lantaran hal tersebutlah, Hong Kong berencana menerapkan karantina penuh atau lockdown akibat penyebaran varian omicron covid-19. Lockdown terpaksa ditempuh karena pemerintahannya kewalahan menghadapi pasien yang menumpuk di rumah sakit (RS).

Padahal, selama dua tahun terakhir, Hong Kong sukses menerapkan strategi zero covid-19.

Menteri Kesehatan Hong Kong Sophia Chan mengakui tengah mempertimbangkan kebijakan membatasi mobilitas masyarakat. Pernyataan tersebut menampik Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam yang sebelumnya menyebut mengesampingkan lockdown, dan hanya melakukan tes covid-19 secara massal kepada 7,4 juta penduduknya.

“Kami masih berdiskusi. Dari perspektif kesehatan masyarakat, untuk menghasilkan efek terbaik dari tes wajib, kami perlu mengurangi pergerakan orang sampai batas waktu tertentu,” imbuhnya dilansir AFP, Senin (28/02/2022).

“Untuk mengurangi pergerakan orang, maka warga harus tetap di rumah atau sebisa mungkin menghindari jalan-jalan,” jelasnya.

Saat ini, wabah covid-19 varian omicron tengah menyebar luas di pelbagai wilayah Hong Kong. Tercatat, ada 34.466 positif terpapar Covid-19 baru dan 87 kematian dalam sehari Senin (28/02/2022) kemarin.

Sebelum dilanda gelombang covid-19, kota tersebut hanya mencatatkan 12 ribu kasus sejak awal pandemi. RS setempat dikabarkan telah menyentuh puncak kemampuannya menampung pasien covid-19 sejak beberapa minggu sebelumnya.

“Saat ini, kami menghadapi masalah transportasi mayat dari rumah sakit ke kamar mayat umum. Makanya ada beberapa jenazah yang awalnya direncanakan dibawa ke kamar jenazah umum, tapi tetap di rumah sakit,” ungkap Kepala Manajer Otoritas Rumah Sakit Lau Ka-hin kepada wartawan.

Tingkat kematian akibat covid-19 dalam sepekan di Hong Kong sudah mencapai 8 kasus per satu juta orang penduduk.

Salah seorang pejabat pemerintahan mengatakan bahwa 91 persen dari korban meninggal dunia merupakan orang yang belum menjalani vaksinasi secara utuh.

Sebagian besar pasien yang meninggal merupakan orang tua yang tinggal di panti jompo di kota berpenduduk padat tersebut.

Meskipun memiliki persediaan vaksin yang cukup, Hong Kong tercatat memiliki tingkat vaksinasi yang buruk untuk orang usia lanjut sebelum varian omicron menyerang. []

Advertisement
Advertisement