April 18, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kepala BP2MI Ingin Seluruh Biaya Pemberangkatan PMI Ditanggung Oleh Negara

2 min read

JAKARTA – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani melepas sebanyak 238 Pekerja Migran Indonesia Skema Government to Government (G to G) ke Korea Selatan (Korsel) di eL Hotel Royale Jakarta, Senin (25/3/2024). Selain itu, hadir pula sebanyak 400 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) G to G Korsel yang sedang mengikuti proses pembekalan.

Kepala BP2MI kembali menegaskan bahwa seluruh Pekerja Migran Indonesia adalah pahlawan devisa negara.

“Sebagai pahlawan devisa, saya ingin seluruh pembiayaan Pekerja Migran Indonesia sebelum berangkat ke Korsel dapat ditanggung negara, mulai dari biaya pelatihan, pembuatan visa dan paspor, pemeriksaan kesehatan, hingga tiket pesawat berangkat ke negara penempatan. Inilah komitmen negara terhadap para pahlawan devisa. Mereka menghasilkan devisa sebesar 159,6 triliyun rupiah per tahun. Jika seorang kira-kira memerlukan biaya 30 juta rupiah dikalikan 270 ribu orang yang berangkat per tahun, hanya memerlukan 8,2 triliyun rupiah. Negara semestinya bisa menyiapkan anggarannya,” jelas Benny dalam arahannya.

Jumlah tersebut, lanjut Benny, adalah jumlah yang sedikit dibandingkan devisa yang disumbangkan oleh Pekerja Migran Indonesia.

“Melalui devisa tersebut, pembangunan infrastruktur dapat berjalan dan negara dapat membayarkan gaji seluruh aparatur negara. Tak berlebihan bila berbagai inovasi pelayanan telah dan sedang dilakukan untuk Pekerja Migran Indonesia,” ungkap Benny.

Kepala BP2MI juga mengimbau agar seluruh Pekerja Migran Indonesia dapat berangkat dengan kepala tegak dan pulang dengan membusungkan dada.

“Kalian adalah cerminan Indonesia di mata dunia. Ketika kalian berperilaku baik, disiplin, dan hormat kepada majikan, maka mereka akan memberikan juga hormat kepada Indonesia. Ingatlah, di mana pun kalian bekerja, kalian adalah tetap Indonesia,” tutup Benny.

Hadir pula sebagai narasumber Analis Eksekutif Senior sekaligus Ketua Sekretariat Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hudiyanto, yang menyampaikan pentingnya literasi keuangan bagi para Pekerja Migran Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri.

“Para Pekerja Migran Indonesia sering menjadi sasaran pelaku investasi bodong, karena sudah jelas memiliki gaji yang besar dan kurang pengetahuan keuangan. Sepanjang tahun 2023 tercatat di data kami sebesar 139 triliyun rupiah hasil penipuan investasi bodong yang uangnya tidak kembali. Saya mengimbau agar teman-teman menggunakan lembaga keuangan yang legal dan diawasi OJK,” jelas Hudiyanto.

Diharapkan, lanjut Hudiyanto, para Pekerja Migran Indonesia dapat terhindar dari praktik investasi bodong dengan penawaran yang tidak masuk akal.  []

Advertisement
Advertisement