September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kiat Berjualan Produk Fesyen Secara Online

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

ApakabarOnline.com – Memanfaatkan teknologi untuk kepentingan bisnis sudah menjadi sebuah kelaziman, bahkan keharusan. Sudah ada banyak orang yang menggunakan teknologi sebagai lapak untuk berjualan dan memasarkan produknya, tidak terkecuali Vivi Zubedi, pendiri brand fesyen modest Vivi Zubedi.

Awalnya, produk-produknya dipasarkan secara offline. Namun pandemi covid-19 yang terjadi lebih dari satu tahun yang, mengharuskannya mencari jalan untuk tetap bertahan. Maka, tranformasi ke platform online, menjadi pilihan.

Sebagai brand yang telah dikenal, baik di dalam maupun luar negeri, Vivi pun membagikan beberapa tipsnya agar bisa bertahan di masa pandemi dengan memanfaatkan platform online, khususnya bagi pebisnis fesyen modest.

Pertama, pelajari kondisi pasar. Ketahui target pasar seperti apa yang dicari dan sesuaikan dengan kondisi saat ini. Semisal di awal pandemi, membuat masker karena orang-orang umumnya membutuhkan masker. Begitu juga dengan loungewear, sebab aktivitas sebagian besar orang saat ini berada di dalam rumah, sehingga membutuhkan busana yang nyaman untuk beraktivitas. Pastikan produk yang dimiliki sesuai dengan DNA brand.

Cara Mudah Memikat Konsumen Perempuan

Di masa pandemi seperti ini, dia juga turut meluncurkan loungewear, mukena, dan hijab. Apalagi menurut penuturan Head of Category Development Fashion Tokopedia, Falah Fakhriyah, jilbab, pashmina, dan mukena merupakan barang-barang yang paling diminati selama masa pandemi. Ini dipicu karena pandemi yang membuat orang tidak pergi kemana-mana.

“Karena mungkin banyak orang yang berada di rumah saja. UMKM juga sekarang banyak yang memproduksi mukena, khususnya yang travel size gitu, jadi lebih gampang dibawa-bawa. Lalu banyak juga yang memproduksi sekalian bareng dengan sajadahnya juga,” cerita Falah dalam acara Tokopedia Muslim Fash Forward, beberapa waktu lalu.

Jika ingin mengikuti tren, sesuaikan produk dengan tren yang ada di negara atau daerah tersebut. Umumnya, setiap negara atau daerah mempunyai trennya masing-masing.

Vivi sendiri menangkap, ada perbedaan yang cukup mencolok antara tren yang ada di Indonesia dan negara-negara Timur Tengah, sehingga ia harus menyesuaikan produknya dengan kondisi pasar yang dituju.

Sebagai Penjual, Bagaimana Caramu Menjawab Saat Pembeli Komplain, “Harganya Kok Mahal Ya ?”

Selanjutnya, manfaatkan fitur-fitur yang ada di platform online. Menurutnya, salah satu kelebihan orang-orang gemar berbelanja online karena mereka bisa mendapatkan berbagai manfaat yang tidak bisa diperoleh saat berbelanja offline.

“Selain itu pelanggan juga jadi tidak ragu untuk berbelanja kalau kita menggunakan platform online yang terakreditasi karena sudah terpercaya,” timpal Vivi dalam kesempatan yang sama.

Tidak hanya bagi konsumen, fitur yang ada di platform online pun dapat dimanfaatkan bagi pemilik usaha. Semisal untuk mengetahui barang seperti apa yang paling banyak dilihat orang, barang apa yang paling banyak dibeli orang, atau sebaliknya, Dengan begitu, pemilik usaha dapat melakukan evaluasi mengenai produk yang dijual. []

Penulis : Gemma Fitri Purbaya

Advertisement
Advertisement