August 3, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kini PMI Bisa Mengikuti Program RPL untuk Mendapat Gelar Sarjana Dengan Lebih Mudah

2 min read

JAKARTA – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang memiliki pengalaman kerja di luar negeri kini memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Luar Negeri, pekerja migran Indonesia berpeluang memperoleh pengakuan atas kompetensi dan pengalaman kerja yang dimiliki sebagai bagian dari proses akademik.

Program tersebut diluncurkan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan diresmikan oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, dalam rangkaian Milad UMP. Kehadiran program ini diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi pekerja migran yang ingin meningkatkan kualifikasi akademiknya.

Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, mengatakan Program RPL Luar Negeri memberi kesempatan kepada pekerja migran untuk memperoleh pengakuan atas pengalaman profesional, pelatihan, maupun kompetensi yang diperoleh selama bekerja di luar negeri.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat dikonversi menjadi capaian pembelajaran sehingga menjadi bagian dari proses pendidikan tinggi. Dengan skema ini, pekerja migran dapat menempuh studi secara lebih efisien tanpa mengurangi standar akademik yang berlaku.

“Pengalaman kerja di luar negeri merupakan modal yang sangat berharga dan layak dikonversi menjadi capaian pembelajaran dalam pendidikan tinggi,” ujarnya.

Menurut Jebul, mekanisme tersebut memungkinkan pekerja migran menyelesaikan studi dalam waktu yang lebih efisien tanpa mengurangi standar akademik maupun mutu lulusan.

Sementara itu, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menyambut baik hadirnya program tersebut. Ia menilai pendidikan merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing pekerja migran Indonesia, terutama saat mereka kembali ke Tanah Air.

Menurut Dzulfikar, banyak pekerja migran telah memiliki pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri. Karena itu, mereka perlu mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan agar kompetensi yang dimiliki dapat diakui secara akademik.

Ia meyakini, kerja sama antara pemerintah dan perguruan tinggi diperlukan untuk membangun sistem pengembangan kompetensi yang berkelanjutan bagi pekerja migran Indonesia.

“Mereka memiliki pengalaman yang luar biasa dan perlu mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan jenjang pendidikan sehingga ketika kembali ke tanah air memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” ucapnya.

Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah juga menilai Program RPL Luar Negeri sejalan dengan upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, termasuk warga negara Indonesia yang sedang maupun pernah bekerja di luar negeri.

Program RPL Luar Negeri ditujukan bagi pekerja migran Indonesia yang sedang maupun telah selesai bekerja di luar negeri. Selain memberikan pengakuan terhadap pengalaman kerja, program ini juga menawarkan jalur pendidikan yang lebih fleksibel dengan tetap mengacu pada standar mutu pendidikan tinggi.

Melalui program ini, pekerja migran Indonesia di berbagai negara memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi dengan mekanisme yang lebih fleksibel. Pengalaman kerja yang dimiliki dapat diakui sebagai bagian dari proses akademik, namun tetap mengacu pada standar dan mutu pendidikan tinggi yang berlaku. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply