September 17, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kisah Sukses Yuni, Dulu PRT Kini Juragan Laundry

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

KUDUS – Dua orang perempuan tampak sedang sibuk di sebuah rumah di Gang 1 Jalan Kutilang, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus. Mereka terlihat sedang menyeterika tumpukan pakaian. Satu di antara perempuan tersebut yakni Yuniati Riyanto (43) pemilik Yun Laundry.

Sembari beraktivitas, perempuan yang akrab disapa Yuni itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, mulai merintis usaha laundry sejak 2011 atau sembilan tahun yang lalu. Menurutnya, sebelum merintis usaha cuci pakaian itu, ia sudah pernah bekerja dan merintis usaha lain, tapi dengan berbagai alasan pekerjaan dan usaha tersebut ditinggalkannya.

“Ibaratnya itu saya sudah makan asam garam tentang pekerjaan dan usaha. Pokoknya dulu itu kalau ada peluang usaha apa saya lakukan yang penting halal dan tidak merugikan orang lain,” ujar Yuni, Selasa (15/12/2020).

Perempuan yang sudah dikaruniai tiga anak itu pun merinci pekerjaan yang sudah dilakoni sebelumnya. Saat remaja, ia pernah bekerja di Yayasan Masehi selama enam tahun hingga menikah dan kemudian punya anak. Ketika punya anak, ia lantas memutuskan berhenti untuk mengurus anaknya.

Setelah anaknya agak besar, ia mulai merintis usaha jualan nasi di depan pabrik rokok. Menurutnya, jualan nasi tersebut sangat laris. Namun, karena lokasinya ngontrak dan tidak boleh diperpanjang oleh pemiliknya, maka ia pun terpaksa menutup usahanya tersebut.

“Saya jualan nasi itu selama dua tahun. Karena laris banget, tempatnya tidak boleh diperpanjang. Sebab tempat tersebut akan dipakai berjualan nasi juga oleh pemiliknya,” jelas perempuan berkaca mata tersebut.

Dia melanjutkan, setelah tidak dagang dan karena tidak ingin menganggur serta ingin bantu suaminya cari nafkah, ia pun kerja ikut orang jadi pembantu rumah tangga. Di kerjaannya itu ia bekerja mencuci serta menyeterika. Dari pekerjaannya itulah ia mendapatkan ide untuk merintis usaha laundry.

“Selama setahun menjalani pekerjaan jadi PRT itu saya pun berpikir. Daripada saya bekerja ikut orang, mending saya usaha laundry. Toh selama ini yang saya kerjakan juga mencuci dan menyetrika, sama dengan aktivitas laundry,” bebernya.

Sejak saat itu, tepatnya November 2011 ia merintis usaha laundry yang diberi nama Yun Loundry yang diambil dari nama depan namanya. Dia mengatakan, Yun Loundry menerima jasa mencuci dan setrika aneka jenis pakaian. Dengan harga Rp 4.500 per kilogram, pelanggan sudah mendapat fasilitas  komplet, cuci plus setrika. Dia juga menerima jasa setrika saja dengan harga Rp 3.500 per kilogram.

“Kami juga melayani jasa laundry sehari jadi, tapi harganya lebih mahal yakni Rp 8.000 per kilogram,” jelasnya yang mengaku untuk menyelesaikan pekerjaannya dibantu dua orang pekerja itu.

Dia mengatakan, dengan keramahtamahan, serta hasil yang memuaskan, usaha laundrynya itu mampu bertahan hingga sekarang. Pelanggannya pun sudah banyak. Sehari ia bisa mengambil pakaian yang dilaundry komplet itu sebanyak 50 sampai 60 kilogram, serta 40 kilogram pakaian yang disetrika.

“Semoga Yun Loundry makin sukses dan pelanggan makin banyak,” harap Yuni mengakhiri. []

Sumber Beta News

Advertisement
Advertisement