May 2, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Klinik Khusus PMI Didirikan, Begini Tujuannya

2 min read

JAKARTA – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait membuat langkah baru di bidang layanan kesehatan. Dia mendirikan klinik khusus untuk melayani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI).

Menariknya bukan sekadar klinik baru, melainkan pada aspek penerapan tarif yang merakyat. Nominal biaya satu paket medical check-up bahkan diklaim sebagai yang termurah di provinsi Jawa Timur.

“Tarif medical check-up biasanya ada yang Rp 600 ribu sampai Rp 750 ribu. Tapi, di sini hanya Rp 450 ribu. Menjadi yang paling murah se-Jawa Timur,” katanya.

Gus Fawait sempat berkelakar terkait tarif rendah yang ditetapkannya. “Kalau rugi sih enggak. Masih ada untungnya walaupun sedikit,” seloroh dia.

Klinik calon PMI terletak di lantai dua RSD Balung. Merupakan bagian atau unit layanan kesehatan yang berada langsung di dalam rumah sakit milik Pemkab Jember tersebut.

Gus Fawait mengungkap alasannya memberlakukan tarif rendah. Menurut dia, rumah sakit pelat merah harus mendahulukan layanan publik, sehingga tidak semata-mata mencari keuntungan.

Lewat tarif murah medical check-up, Gus Fawait berharap bisa meringankan beban warga yang hendak mengurus persyaratan untuk bekerja ke luar negeri.

Di samping itu, dapat mencegah warga terjebak jalan pintas atau jalur ilegal yang kerap menjerumuskan para calon pekerja migran.

“Ini bentuk komitmen keberpihakan kami terhadap pekerja migran supaya sebelum berangkat tidak terbebani biaya yang terlalu tinggi. Karena biaya medical check-up yang membebani termasuk menjadi salah satu faktor pekerja migran memilih jalur ilegal,” ulasnya.

Gus Fawait membeberkan bahwa Plt Direktur Utama RSD Balung, dr Andre Kusuma sebagai orang yang berperan penting dibalik lahirnya klinik tersebut. Andre dinilai berhasil menerjemahkan ide tentang layanan baik, tapi hemat bagi kantong calon pekerja migran.

“Plt Dirut RSD Balung ini orang muda yang punya terobosan,” tutur Gus Fawait memberi apresiasi kepada anak buahnya.

Andre Kusuma menyatakan, klinik mulai bisa melayani medical check-up calon pekerja migran setelah memperoleh izin resmi dari Kementerian Tenaga Kerja Indonesia.

Pelayanan langsung dilakukan oleh sejumlah dokter umum dan dokter spesialis. “Sudah lengkap, karena kita punya semua dokternya dan izin operasionalnya,” jelas dia.

“Biaya Rp 450 ribu untuk satu paket untuk pemeriksaan klinis termasuk pemeriksaan laboratorium yang berstandar bagi calon pekerja migran,” imbuh dokter ahli bedah syaraf itu.

Kepala Disnakertrans Jember, Hadi Mulyono menyampaikan data warga yang mengurus izin sebagai pekerja migran rata-rata sekitar 1.200 orang per tahun. Trennya pun cenderung hampir sama dari tahun ke tahun.

“Misalkan yang terbaru pada tahun 2026 ini mulai Januari sampai April kurang lebih 400 orang. Atau rata-rata 100 an orang tiap bulan. Itu yang jalur resmi,” tuturnya.

Hadi memperkirakan, jumlah pekerja migran via prosedur resmi akan bertambah seiring tersedianya akses layanan medical check-up yang murah dan lokasinya dekat dengan masyarakat.

Keberadaan klinik medical check-up di RSD Balung yang berada dalam satu wilayah dengan Kantor Imigrasi Kelas I Jember tentu semakin mempermudah proses para calon pekerja migran mengurus persyaratan. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply