February 27, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Konsumsi Karbohidrat Berlebihan Jadi Kesalahan Umum Orang Sahur

2 min read

JAKARTA – Sahur memiliki peran yang cukup penting dalam menjaga stamina dan konsentrasi selama menjalani puasa. Asupan yang tepat saat sahur membantu tubuh menyimpan energi, menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta mencegah rasa lemas berlebihan di siang hari.

Maka itu, menu sahur seharusnya disusun dengan komposisi gizi yang seimbang agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi meski waktu makan terbatas. Dengan begitu, tubuh bisa mendapatkan sumber energi yang cukup untuk menjalani aktivitas dengan sepanjang hari dengan lancar.

Sayangnya, masih banyak orang salah dalam memilih menu sahur sehingga berujung tubuh cepat lelah. Salah satunya adalah terlalu banyak konsumsi karbohidrat sederhana.

“Terlalu banyak karbohidrat sederhana seperti nasi putih berlebihan, mie instan, roti manis, karena gula darah menjadi cepat naik lalu cepat turun juga. Akibatnya seseorang menjadi mudah lemas,” kata spesialis gizi klinik RS Pondok Indah dr. Raissa Edwina Djuanda saat dinukil dari  Valid News, Kamis (26/2/2026).

Selain itu, kurangnya asupan protein dan lemak sehat saat sahur juga menjadi penyebab lainnya tubuh cepat lemas saat berpuasa. Pasalnya, protein dapat mempertahankan rasa kenyang lebih lama sehingga seseorang tidak mudah lapar meskipun aktif seharian.

Asupan cairan harian juga faktor penting dalam hal ini. Asupan yang tidak tercukupi dapat memicu dehidrasi ringan seperti pusing dan lemas. Sama seperti hari biasa, konsumsi cairan yang diperlukan adalah sekitar dua sampai tiga liter per hari atau delapan gelas air per hari.

Pada bulan puasa, kebutuhan cairan itu bisa dipenuhi dengan mengatur jumlah asupan pada saat sahur dan berbuka puasa. Misalnya dengan menerapkan pola 2-4-2, yakni dua gelas saat sahur, empat gelas saat berbuka puasa, dan dua gelas sebelum tidur.

“Jangan pula lewatkan konsumsi sayuran dan serat karena hal itu bisa membuat energi menjadi tidak stabil. Atur porsi agar tidak berlebihan setiap makan, bisa dengan satu piring diisi nasi seperempat bagian, lauk pauk seperempat bagian, dan setengah bagian diisi dengan sayur dan buah-buahan,” lanjut dr. Raissa.

Tidak hanya sahur, pada saat berbuka puasa juga masyarakat perlu memerhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Dokter Raissa mengingatkan agar masyarakat mengindari makan berlebih atau terlalu banyak makan gorengan dan makanan berlemak. Keduanya itu menyebabkan lonjakan gula darah yang membuat tubuh mengantuk dan lelah, serta membuat lambung bekerja lebih berat.

Begitupun dengan minum minuman manis berlebihan, dapat memicu energy crash atau penurunan energit tubuh secara drastis. Berbukalah dengan minum air biasa guna mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa dan pilih menu takjil secara bijak, seperti konsumsi buah segar. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply