November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kumuh, Kebiasaan Cara Berlibur PRT Asing Ditempat Ini Menjadi Sorotan

2 min read
-

HONG KONG – Tidak semua PRT asing saat menikmati hari liburnya selalu berkumpul di Victoria Park atau Central. Banyak PRT asing yang bekerja di daerah-daerah yang jauh dari dua titik tersebut memilih mencari tempat untuk menikmati liburan di titik titik dekat dengan tempat mereka bekerja.

Di Lamma Island ini misalnya. Sebuah tempat alami yang terletak di Wong Lung Hang Stream, Tai Tung Shan, Lantau Island menjadi salah satu pusat berkumpulnya PRT asing saat libur.

Namun, sayang sekali, keberadaan mereka di tempat ini disorot Oriental Group, sebuah media mainstream Hong Kong karena ulah dan kebiasaan buruk mereka meninggalkan sampah, tidak menerapkan protokol kesehatan, hingga meninggalkan aroma tak sedap.

Dalam publikasinya, media tersebut menemukan kerumunan PRT asing sedang melakukan aktifitas memasak, berkumpul untuk minum-minum serta bernyanyi.

Situasi demikian selalu berlangsung hampir setiap hari libur, dan tidak ada pengawasan dari aparat kepolisian.

Tak pelak, di tempat tersebut kini terbentuk gunungan sampah baik organik maupun anorganik yang dikhawatirkan memancing datangnya binatang pengerat seperti tikus.

Tak hanya itu, pengamatan ApakabarOnline.com di lokasi, beberapa tahun belakangan, semenjak tempat ini diketahui banyak PRT asing serta banyak pekerja asing seperti dari India, Pakistan dan Bangladesh, tempat ini tidak pernah sepi.

Crew ApakabarOnline.com mencium aroma pesing diantara aroma sampah yang ditumpuk begitu saja tanpa ada penanganan. Aroma pesing diduga akibat para PRT asing melakukan buang air di tempat tersebut yang tidak tersedia toilet.

Mr. Zheng, warga setempat mengaku, pada bilan Agustus kemarin, pernah dilakukan pembersihan lokasi tersebut oleh FEHD setelah mendapat laporan dari warga. Saat itu sedikitnya 880 kg sampah dievakuasi dari tempat tersebut.

Zheng, berharap, kedepan FEHD akan terus melakukan pengawasan di tempat tersebut agar tidak menimbulkan malapetaka bagi warga setempat. []

Advertisement
Advertisement