Layanan VVIP Diberikan, Pemerintah Inginkan PMI Bisa Tersenyum Saat Pulang
1 min read
SURABAYA – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla meninjau langsung layanan Helpdesk Kepulangan Pekerja Migran Indonesia di Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan Helpdesk Kepulangan Pekerja Migran berfungsi optimal sebagai garda terdepan pelayanan dan perlindungan bagi pekerja migran setibanya di Tanah Air.
Dalam peninjauan itu, Wamen Dzulfikar menegaskan Helpdesk bukan sekadar layanan administrasi, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia.
“Instruksi Presiden jelas, kita harus memberikan layanan VVIP kepada para pekerja migran kita. Helpdesk di Juanda ini sangat krusial karena Jawa Timur merupakan salah satu kantong pekerja migran terbesar,” kata Dzulfikar.
Ia juga berdialog langsung dengan petugas Helpdesk serta sejumlah Pekerja Migran yang baru tiba dari negara penempatan. Dzulfikar menekankan pentingnya pelayanan yang humanis, cepat, dan responsif terhadap berbagai kendala yang dihadapi pekerja migran, mulai dari persoalan dokumen, barang bawaan, hingga akses transportasi menuju daerah asal.
“Kita ingin memastikan para pekerja migran pulang dengan senyum, tanpa rasa khawatir terhadap kendala birokrasi maupun praktik-praktik ilegal di bandara,” tegasnya.
Wamen Dzulfikar turut mengapresiasi sinergi antara BP3MI Jawa Timur, otoritas bandara, Imigrasi, dan Bea Cukai dalam menciptakan ekosistem kepulangan Pekerja Migran yang aman dan kondusif.
Menurutnya, kepulangan merupakan momen emosional bagi Pekerja Migran setelah bekerja di luar negeri. Karena itu, empati dan sikap ramah petugas di lapangan menjadi kunci utama pelayanan. []
