August 3, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Luput dari Pengawasan, Tangan Balita Berusia 2 Tahun Terjepit Eskalator

1 min read
Eskalator di APM Mall Kwun Tong ditutup usai insiden balita terjepit tangannya (Foto HK01)

Eskalator di APM Mall Kwun Tong ditutup usai insiden balita terjepit tangannya (Foto HK01)

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Perilaku anak kecil seringklali merupakan spontanitas yang sulit ditebak oleh orang dewasa yang menyertainya. Terlebih, jika si anak berada di tempat yang baginya terdapat banyak hal baru serta menarik perhatiannya.

Hal tersebut sejatinya merupakan salah satu indikasi kesehatan kognitif dari si anak. Namun di sisi lain, kesehatan kognitif berupa spontanitas motorik seringkali membawa atau mengakibatkan bahaya bagi si anak maupun bagi orang lain.

Sembilan Orang Menjadi Korban : Kecantol, Sobek, dan Terjungkal Kedepan

Lantaran masih anak-anak, sistem kognisi anak sudah barang tentu belum memiliki fungsi kontrol logic sebagaimana orang dewasa yang bisa membedakan mana berbahaya mana aman.

Seperti yang terjadi di APM Kwun Tong kemarin (17/07/2021), seorang balita berusia 2 tahun yang lepas dari rengkuhan fisik orang dewasa yang membawanya menjadi korban, tangannya terjepit roda eskalator.

Bawa Belanja Anak Majikan, Kereta Bayi Nyangkut di Eskalator, PRT Asing Ketakutan

Mengutip media setempat, peristiwa tersebut terjadi sangat cepat. Ketiga si balita sedang bersama keluarga dan pengasuhnya sedang menuju lantai lima mall tersebut, tiba-tiba si anak lepas dan berlari ke arah eskalator.

Balita tersebut memegang roba karet yang berputar sebagi pegangan tangan, dan salah satu tangannya memegang bagian bawahnya. Tak ayal, tangan si anakpun terjepit roda karet pegangan.

Mengabaikan Petunjuk di Eskalator, Perempuan Daratan Harus Kehilangan Kakinya

Sang ibu yang mendengar jerit tangis kesakitan sang balitanyalangsung berteriak histeris dan meminta bantuan.

Teknisi mall yang menerima dan mengetahui situasi tersebut langsung berusaha menghentikan eskalator. Dan tak lama kemudian, petugas pun datang mengevakuasi si balita ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. []

Advertisement
Advertisement