November 30, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Masalah yang Mengintai Kulit Wajah Karena Terlalu Lama Mengenakan Masker

2 min read
Ilustrasi Foto SCMP

Ilustrasi Foto SCMP

JAKARTA – Pada masa pandemi COVID-19 yang masih berlangsung sampai saat ini, seluruh masyarakat diwajibkan menjalankan protokol kesehatan seperti memakai Masker, menjaga jarak aman lebih dari satu meter dan rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Protokol kesehatan yang disebutkan di atas merupakan adaptasi kebiasaan hidup baru atau new normal bagi masyarakat. Namun, peraturan wajib memakai Masker saat melaksanakan protokol kesehatan justru menjadi masalah baru yang muncul, karena memengaruhi Masalah Kulit wajah.

Perhimpunan Dokter Spesialis kulit dan kelamin Indonesia (PERDOSKI), dr. Vitresa Zamri, SpKK, FINSDV mengatakan kalau anjuran wajib memakai Masker dimanapun nyatanya dikeluhkan masyarakat dalam menjalani adaptasi kehidupan baru.

Hal itu disampaikan oleh dr. Vitresa dalam acara “Seminar Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru: Cara Baru Gaya Hidup, Cara Baru Saling Jaga” yang diselenggarakan oleh Paragon Technology And Innovation, Rabu (22/07/2020).

“Jadi kita harus memakai Masker everytime, everywhere mungkin bagi orang-orang yang kegiatannya banyak outdoor ya jadi itu akan membuat angka kontak atau durasi yang cukup lama memakai Masker,  wajah, hidung sampai dagu. Cuma ini dikeluhkan masyarakat karena malah berdampak ke kulit wajah,” jelas dr. Vitresa.

Otoritas Hong Kong Tingkatkan Pengetatan Penggunaan Masker karena Pandemi

Dampaknya apa yang paling sering terjadi dikatakan dr. Vitresa secara umum sesuai dengan tipe kulit. Kalau seseorang memiliki tipe yang berminyak dan mudah berjerawat, maka akan mudah timbul jerawat saat terus-menerus memakai Masker.

Munculnya jerawat saat memakai Masker dipengaruhi rasa panas, lembab, keringat serta kotoran yang terkumpul dan terakumulasi di area Masker membuat lingkungan yang baik untuk tumbuhnya kuman propionibacterium acnes (P. Acnes).

Acnes merupakan bakteri gram positif dan anaerobik yang lambat pertumbuhannya dan menjadi salah satu pemicu jerawat pada manusia.

“Jadi jerawatnya makin banyak (saat memakai Masker) terutama di daerah bawah, daerah rahang,” tambah dr. Vitresa.

Sementara, pemakaian Masker dengan durasi lama bagi orang yang memiliki tipe kulit yang cenderung kering dan mudah iritasi itu dikatakan dr. Vitresa akan membuat kulitnya semakin kering, panas lalu makin mudah iritasi, terutama di daerah tepi Masker.

“Nah ini disebut juga dengan dermatitis kontak (sesuatu yang mengiritasi kulit atau memicu reaksi alergi) bisa terjadi saat memakai Masker. Ternyata ada dampak-dampak lanjutan yang tidak kita inginkan ketika kita melakukan protokol kesehatan ini, itu sering terjadi,” tutur dr. Vitresa. [AH]

Advertisement
Advertisement