December 1, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Masuk 2045, Seluruh Tenaga Kerja di Indonesia Harus Sarjana

2 min read

JAKARTA – Menteri Perdagangan M.Lutfi mengatakan 99,9% tenaga kerja di dalam negeri setidaknya harus bergelar sarjana pada 2045 jika Indonesia ingin menasbihkan diri sebagai salah satu negara perekonomian terbesar dunia pada tahun tersebut, atau saat Indonesia berusia 100 tahun.

Lutfi mengatakan saat ini jumlah tenaga kerja dengan pendidikan minimal sarjana hanya 10%  dari total tenaga kerja. Sementara itu, mayoritas atau sekitar 60% tenaga kerja lokal memiliki level pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke bawah.

“Kita harus siap mendidik (tenaga kerja) untuk mendukung pertumbuhan (ekonomi) tinggi. Kita harus merevolusi cara kita mengajar anak-anak. Membuat sekolah bukan masalah, masalahnya adalah menciptakan guru-guru yang berkualifikasi,” kata Lutfi dalam Mandiri Investment Forum 2022, Rabu (09/02/2022).

Lutfi menyatakan kunci peningkatan kualitas pendidikan tenaga kerja adalah digitalisasi. Hal tersebut sejalan dengan salah satu tema yang akan dibawah dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, yakni ekonomi digital.

Menurutnya, digitalisasi menjadi penting untuk konektivitas bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

Selain untuk mengakses informasi sebagai alat pembelajaran, Lutfi menilai digitalisasi juga dapat menekan biaya logistik nasional.

Sebagai informasi, biaya logistik pada 2019 telah turun ke level 23% dari total PDB nasional. Angka itu telah turun dari level sebelumnya di kisaran 27%.

Pemerintah menargetkan angka itu terus turun ke level 17% setelah semua infrastruktur konektivitas rampung.

“Par kita adalah Malaysia di 13%. Yang bisa membuat kita sama (biaya logistiknya) dengan Malaysia adalah ekonomi digital,” kata Lutfi.

Mantan Dubes RI untuk Jepang tersebut optimistis Indonesia dapat menjadi hub ekonomi digital di Asia Tenggara di masa depan.  Hasil riset Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

Potensinya pun semakin tinggi seiring dengan adaptasi kebiasaan baru dari luring ke daring. Nilai ekonomi digital Indonesia yang tercermin dari total nilai penjualan atau gross merchandise value (GMV) sebesar US$ 70 miliar pada 2021. Proyeksi GMV ini kembali meningkat menjadi US$ 146 miliar pada 2025.

Kenaikan proyeksi tersebut didukung oleh tingkat penjualan e-commerce yang mencapai US$ 53 miliar pada 2021, dan diperkirakan meningkat menjadi US$ 104 miliar pada 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2021, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2021 sebanyak 140,15 juta orang tetapi yang bekerja sebanyak 131,05 juta orang, Pada Agustus 2021, penduduk bekerja masih didominasi oleh yang berpendidikan SD ke bawah, yaitu sebanyak 37,69%.

Tamatan SMP mencapai 17,76%, SMA sebesar 18,87% dan sekolah menengah kejuruan 12,86%. Sementara tenaga kerja yang berpendidikan tinggi yaitu Diploma I/II/III dan Universitas sebesar 12,82 %. []

 

 

 

Advertisement
Advertisement