October 7, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Sanggar Tari Sekar Wangi: Meski Pandemi, Semangat Mereka Menari Tetap Tinggi

2 min read

MAGELANG – Seiring berkembangnya zaman yang semakin modern dan pesatnya arus globalisasi, utamanya dalam  bidang teknologi dan informasi, diakui telah membawa dampak negatif terhadap generasi muda  yang mengakibatkan semakin rendahnya minat dan perhatian terhadap pelestarian seni dan budaya  asli milik Indonesia.

Globalisasi memang membawa pengaruh yang begitu kuat pada generasi muda. Pengaruh globalisasi bahkan telah membuat  banyak generasi muda kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa  Indonesia.

Arus budaya Barat yang masuk mendapat respons positif dari kalangan remaja, tanpa adanya filterisasi dan penyeimbang dari budaya lokal. Akibatnya, banyak remaja dan masyarakat lebih memilih mengikuti perkembangan arus kebudayaan modern ketimbang kebudayaan asli milik Indonesia.

Melihat kondisi dan fakta di atas, sekelompok pegiat seni yang tergabung dalam wadah Sanggar Tari Sekar Wangi sebagai generasi muda yang cinta akan seni dan budaya merasa terpanggil dan terpantik untuk ikut ambil bagian sekaligus berperan dalam melestarikan budaya melalui kegiatan pementasan  tari, yang diadakan sekaligus untuk memperingati ulang tahun ke-30 Sanggar Sekar Wangi pada Sabtu, 19 Maret 2022.

Adapun jenis tari-tarian yang akan dipentaskan dalam acara tersebut antara lain Tari Edan-Edanan, Tari Gambyong Pareanom PKJT, Tari Cantrik, Tari Manipuren, Tari Golek Manis, Tari Asmoro Asih, Tari Gambir Anom, Tari Eko Prawiro, Tari Gunungsari, Tari Srikandi Mustikaweni, Tari Minakjinggo Dayun, dan Tari Perang Kembang.

Kegiatan tersebut akan dilangsungkan di Sanggar Tari Sekar Wangi, Semali RT 02 RW 11, Pucungrejo, Muntilan, Magelang.

Namun, perlu diingat, kegiatan kebudayaan seperti pementasan tari umumnya merupakan kegiatan  yang mengumpulkan banyak massa. Sementara, kondisi pandemi Covid-19 sejak dua tahun lalu telah membuat kegiatan kebudayaan seperti itu dibatasi termasuk di Kabupaten Magelang.

Hal itu membuat aktivitas budaya di Magelang, termasuk pementasan tari yang kami adakan, mesti menyesuaikan dengan aturan terkait protokol kesehatan. Demi tetap terlaksananya pentas seni di tengah pandemi Covid-19, kegiatan pementasan akan kami laksanakan secara daring melalui live streaming. Pementasan tari secara daring inilah solusi di tengah keadaan pandemi seperti sekarang. []

Advertisement
Advertisement