January 21, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Masukin Cowok Diduga Bangladesh Tidur Bareng Sekamar, Seorang PMI Dipolisikan Majikan

2 min read

HONG KONG – Seorang pekerja rumah tangga asal Indonesia membuat heboh jagat group majikan Singapura beberapa hari belakangan. Pasalnya, ulah lancangnya membuat majikan yang memperkerjakan dibuat marah tingkat tinggi, hingga membuat laporan Polisi.

Menukil unggahan majikan di Group Majikan Singapura, majikan bernama Wong pada Selasa pagi, 21 Desember 2021 telah menangkap basah seorang PMI yang bekerja padanya tidur bersama seorang pria diduga Bangladesh dalam posisi berpelukan, tanpa mengenakan pakaian yang layak.

Hal tersebut terjadi lantaran hari itu, waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, namun PMI berusia 34 tahun yang bernama Wijiastuti belum bangun. Majikan menuturkan, Wiji biasanya telah bangun pada pukul 5 pagi meskipun dia belum memulai bekerja. Setiap hari, biasanya Wiji mulai bekerja dengan menyiapkan sarapan pagi pada pukul 7.

Menduga Wiji sedang tidak sehat, majikan berusaha membangunkan Wiji dengan mengetuk pintu kamarnya, namun tidak ada sahutan.

Majikan kemudian membuka pintu kamar Wiji yang kebetulan tidak dikunci. Dan betapa tercengangnya nyonya Wong mendapati Wiji tidur berpelukan hanya mengenakan pakaian atasan saja tanpa selembar kainpun menutupi bagian bawahnya dengan seorang pria diduga Banglades yang telanjang.

Karena terkejut, Nyonya Wong langsung berteriak histeris menahan marahnya. Dan sesaat kemudian nyonya Wong menelpon Polisi.

Saat Polisi datang dan diinterograsi, keduanya  mengaku usai melakukan hoho hihe beberapa kali sampai keduanya kelelahan dan tidurnya molor. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya noda basah di sprei yang sedang terpasang dan menembus kasur busa yang mereka tiduri.

Di kamar tersebut, majikan juga menemukan satu stik pil kontrasepsi yang diakui oleh Wiji dia  konsumsi untuk mencegah kehamilan.

Tak hanya itu, Wiji mengaku sejatinya telah berkali-kali memasukkan cowok tersebut untuk tidur dan hoho hihe di kamarnya namun baru kali ini ketahuan karena tertangkap basah.

Hal tersebut berhasil dia lakukan tanpa diketahui oleh keluarga majikan lantaran rumah nyonya Wong merupakan paviliun, dimana kamar Wiji terpisah dari ruangan kamar lainnya di rumah tersebut, yakni berada di bagian belakang yang langsung menghadap keluar didekat pintu darurat untuk melarikan diri kalau terjadi kebakaran.

Meskipun didalam rumah nnyonya Wong telah dipasang CCTV, namun area kamar Wiji karena jarang dilalui orang, tidak ada kamera CCTVnya hingga majikan tidak pernah mengtetahui ulah Wiji selama ini.

Menurut majikan, Wiji telah bekerja padanya hampir dua tahun. dan dikampung halamannya sesuai data dan pengakuan Wiji, dia meninggalkan seorang suami dan seorang anak balita.

Diingingatkan keberadaan suami dan anak di kampung halaman oleh majikan, Wiji mengaku terpaksa melakukan karena butuh mendapatkan belaian dan hasratnya melakukan hoho hihe mendesak ingin mendapat penuntasan secara riil.

Atas perbuatannya, Wiji harus berurusan dengan pihak berwajib dan akan dituntut ke pengadilan, untuk selanjutnya dipulangkan ke kampung halamannya di Indonesia dengan mengantongi catatan hitam dari Singapura. []

Advertisement
Advertisement