January 28, 2023

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Mau Bikin Pakan Kambing Fermentasi Bernilai Gizi Tinggi dan Tahan Lama ? Begini Caranya

2 min read

KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus menggencarkan pelatihan pembuatan pakan ternak kepada warga di berbagai kecamatan. Upaya ini dilakukan agar mereka bisa menyediakan pakan bergizi untuk hewan peliharaannya.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Dispertan Kudus Agus Setiawan mengatakan, di Kabupaten Kudus sangat melimpah pakan bagi ternak kambing, terutama Kudus bagian Utara. Sementara yang bagian Selatan, para petani itu setiap musim kemarau banyak yang menanam kacang hijau.

“Kulit dan pohon kacang hijau itu mengandung protein yang cukup bagus bagi kambing. Bahkan, kandungan proteinnya sampai 16 persen,” ujarnya saat ditemui di acara sosialisasi teknologi pangan kepada para peternak di Pijar Park beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, jika kulit dan pohon kacang hijau itu dicampur dengan jenis pakan lain dengan komposisi empat jenis pakan, tentunya bisa jadi makanan kambing yang bergizi.

“Misal daun rambanan, kemudian rerumputan, kulit kacang hijau serta satunya bisa janggel jagung. Bahan-bahan itu semua tersedia sangat banyak di Kudus. Termasuk di Kudus bagian Utara juga banyak petani yang menanam singkong. Singkong itu juga bagus untuk campuran pakan ternak kambing,” bebernya.

Agus lantas mencontohkan cara membuat pakan dari empat komposisi, yaitu daun rambanan, rumput, kulit kacang, dan janggel jagung yang diiris kasar. Khusus untuk janggel, sebaiknay dipotong kurang dari empat sentimeter, karena kambing itu jenis binatang kumen.

“Artinya, harus ada fungsi metabolisme di kumennya. Jika terlalu lembut nanti proses kumen pada ternak tidak jalan. Ketika proses kumen tidak jalan, ini yang sering berakibat ternak sakit. Bahkan hingga mengalami kematian,” tegasnya.

Setelah dirajang, lanjutnya, empat kombinasi pakan itu kemudiam langsung dipacking dan disimpan selama 21 hari. Menurutnya, packing dan penyimpanan selama 21 hari itu bertujuan agar bakteri-bakteri negatif yang ada di dalamnya mati.

“Setelah itu pakan bisa diberikan kepada kambing. Bahkan untuk jangka waktu dua tahun jika cukup,” pungkasnya. []

Sumber Beta News

 

Advertisement
Advertisement