October 26, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Mematikan dan Sering Menewaskan Banyak Orang, Seperti Inilah Siklon Tropis yang Diberi nama Bunga dan Buah

5 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi munculnya bibit siklon tropis di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak hari Jumat (02/04/2021). Bibit siklon tersebut berkembang menjadi siklon tropis Seroja pada Senin (5/4) dini hari pukul 01.00 WIB, yang menyebabkan hujan deras, angin kencang, gelombang tinggi, serta banjir bandang yang menewaskan puluhan orang.

Dalam meteorologi, siklon tropis merupakan jenis sistem tekanan udara rendah yang terbentuk secara umum di daerah tropis. Untuk mengetahui siklon tropis lebih lanjut, simak ulasan berikut ini ya!

Pengertian Siklon Tropis

Siklon tropis adalah badai berkekuatan besar dengan radius mencapai 150 hingga 200 km. Siklon tropis umumnya terjadi di atas lautan yang mempunyai suhu permukaan hangat yakni lebih dari 26.5 °C, dengan kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

Siklon tropis dikenal dengan berbagai istilah, di antaranya yaitu “badai tropis” atau “typhoon” atau “topan” jika terbentuk di Samudra Pasifik Barat, “siklon” atau “cyclone” jika terbentuk di sekitar India atau Australia, dan “hurricane” jika terbentuk di Samudra Atlantik.

Menurut sejarah, 90% siklon tropis mematikan. Perputaran siklon tropis yang mencapai daratan dan vertical wind shear di sekelilingnya akan menghasilkan tornado. Tornado dapat juga terbentuk akibat dari vortisitas di dinding mata siklon yang tetap bertahan hingga mencapai daratan.

 

Perbedaan Siklon dan Tornado

Melansir dari laman resmi BMKG, siklon dan tornado merupakan fenomena berupa pusaran atmosfer.

Namun, ternyata keduanya memiliki perbedaan berdasarkan ukuran, durasi, arah, dan wilayah tempat terjadinya.

Tornado pada umumnya terjadi di daratan dengan diameter berkisar ratusan meter, sementara siklon kerap terjadi di lautan dengan diameter mencapai ratusan kilometer.

Arah pergerakan siklon di bumi belahan selatan umumnya menuju arah barat atau barat daya, sedangkan siklon di bumi belahan utara bergerak ke arah barat atau barat laut.

Sementara itu, arah pergerakan tornado tergantung pada arah gerak badai guntur pembentuknya.

Bila tornado hanya berlangsung selama 3 menit hingga satu jam lebih, lain halnya dengan siklon yang bisa bertahan 3-8 hari bahkan sampai sebulan.

 

Dampak Siklon Tropis

Siklon tropis yang terjadi di suatu wilayah memberikan dampak tidak langsung seperti terciptanya pumpunan angin, terbentuknya daerah belokan angin, dan berkurangnya kelembaban.

Tak hanya itu, siklon tropis juga memberikan dampak negatif yang membahayakan wilayah yang dilaluinya. Berikut ini dampak langsung yang ditimbulkan siklon tropis:

Angin Kencang

Siklon tropis yang terjadi di daratan bisa menimbulkan angin kencang yang dapat merusak bangunan dan menjadikannya puing-puing yang beterbangan.

Hujan Deras

Siklon tropis juga dapat menyebabkan hujan deras selama berjam-jam bahkan berhari-hari lamanya.

Banjir

Hujan deras terus-menerus yang disebabkan oleh siklon tropis, memicu terjadinya gelombang tinggi yang dapat memutar air di lautan, menenggelamkan kapal, dan banjir di daratan.

Gelombang Badai

Permukaan laut yang meninggi merupakan dampak terburuk yang disebabkan oleh siklon tropis, karena memicu gelombang badai. Apabila mencapai daratan, siklon tropis mampu menghasilkan tornado.

 

Proses Terbentuknya Siklon Tropis

Siklon tropis dapat terbentuk jika terjadi perubahan esktrem pada laut, atmosfer, hingga angin seperti yang dilansir oleh BMKG berikut ini:

  1. Suhu permukaan laut sekurang-kurangnya 26.5 C hingga ke kedalaman 60 meter.
  2. Kondisi atmosfer yang tidak stabil yang memungkinkan terbentuknya awan Cumulonimbus. Awan-awan ini, yang merupakan awan-awan guntur, menjadi penanda wilayah konvektif kuat.
  3. Atmosfer yang relatif lembab di ketinggian sekitar 5 km. Ketinggian ini merupakan atmosfer paras menengah, yang apabila dalam keadaan kering tidak dapat mendukung bagi perkembangan aktivitas badai guntur di dalam siklon.
  4. Berada pada jarak setidaknya sekitar 500 km dari khatulistiwa. Meskipun memungkinkan, siklon jarang terbentuk di dekat ekuator.
  5. Gangguan atmosfer di dekat permukaan bumi berupa angin yang berpusar yang disertai dengan pumpunan angin.
  6. Perubahan kondisi angin terhadap ketinggian tidak terlalu besar.

 

 

Penamaan Siklon Tropis

Fenomena siklon tropis yang terjadi di belahan dunia, diberikan nama yang unik, bukan dengan istilah teknis atau penanda angka kecepatan.

World Meteorological Organization (WMO) menyatakan bahwa siklon tropis diberikan nama yang unik agar masyarakat mudah mengingat dan menangkap peringatan berbahaya.

Di Amerika Serikat, penamaan badai siklon tropis diambil dari nama-nama manusia, seperti Jose, Harvey, Katrina dan Irma.

Sedangkan di Indonesia, penamaan siklon tropis awalnya dimbil dari nama wayang seperti Durga yang terjadi pada 2008.

Tahun 2010, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center Jakarta (TCWC Jakarta) memberikan nama siklon tropis berdasarkan buah-buahan, bunga, dan burung.

Beberapa siklon tropis di Indonesia yang diangkat dari nama bunga yaitu Anggrek, Bakung, Cempaka, Dahlia, Flamboyan, Kenanga, Lili, dan Seroja.

Pemberian nama buah atau bunga yang indah pada siklon tropis di Indonesia menurut BMKG diharapkan tidak memberikan dampak yang buruk pada wilayah yang terkena siklon tropis.

 

Peristiwa Siklon Tropis di Indonesia

Melansir Wikipedia, siklon tropis di Indonesia telah terjadi sejak tahun 2003 berdasarkan pantauan TCWC Australia. Hingga tahun 2021, sebanyak 32 siklon tropis di Indonesia tercatat oleh BMKG.

  • Durga 20 – 25 April 2008 di Samudera Hindia terdampak ke Perairan Bengkulu, Banten, Lampung, dan Jawa Barat
  • Anggrek 30 Oktober – 4 November 2010 di Samudera Hindia terdampak ke Perairan Bengkulu, Sumatera Barat, dan Lampung
  • Bakung 11 – 13 Desember 2014 di Samudera Hindia terdampak ke Perairan Lampung, Banten, dan Jawa Barat
  • Cempaka 27 November – 30 Desember 2017 di Samudera Hindia terdampak ke Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah
  • Dahlia 30 November – 2 Desember 2017 di Samudera Hindia terdampak ke Perairan Banten, Jawa Barat, Bengkulu, dan Lampung
  • Flamboyan 28 April – 2 Mei 2018 di Samudera Hindia terdampak ke Perairan Bengkulu, Lampung, dan Banten
  • Kenanga 15 – 18 Desember 2018 di Samudera Hindia terdampak ke Perairan Bengkulu, Sumatra Barat, dan Lampung
  • Lili 9 – 11 Mei 2019 di Laut Banda terdampak ke Kepulauan Maluku Barat Daya, Pulau Timor, dan Perairan NTT
  • Mangga 21 – 24 Mei 2020 di Samudera Hindia terdampak ke Perairan Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat
  • Seroja terdeteksi sejak 5 April 2021 di Laut Sawu terdampak ke NTT, Perairan NTB, Bali, dan Jawa Timur

 

Musim Siklon di Indonesia

Meski secara geografis Indonesia terletak di sekitar garis khatulistiwa, siklon tropis banyak ditemukan di Indonesia. Berdasarkan data tahun 1964 hingga 2005, siklon di Indonesia bisa terjadi di bagian Utara dan Selatan Indonesia.

Siklon Tropis Bagian Selatan Indonesia

Berdasarkan data histori selama 42 tahun, wilayah Indonesia bagian Selatan mengalami siklon tropis paling tinggi pada bulan Februari. Berikut ini persentase kejadian siklon tropis wilayah Selatan di Indonesia:

  • Januari 21%
  • Februari 23%
  • Maret 22%
  • April 11%
  • Mei 3%
  • Juni 0%
  • Juli 0%
  • Agustus 0%
  • September 0%
  • Oktober 1%
  • November 5%
  • Desember 14%

Siklon Tropis Bagian Utara Indonesia

Berdasarkan data histori selama 56 tahun, wilayah Indonesia bagian Utara mengalami siklon tropis paling tinggi pada bulan Agustus. Berikut ini persentase kejadian siklon tropis wilayah Utara di Indonesia:

  • Januari 2%
  • Februari 1%
  • Maret 1%
  • April 2%
  • Mei 4%
  • Juni 7%
  • Juli 15%
  • Agustus 20%
  • September 18%
  • Oktober 15%
  • November 10%
  • Desember 5%

Itulah siklon tropis yang terjadi di Indonesia serta asal-usul penamaannya yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat. []

Advertisement
Advertisement