Memilukan, Berawal dari Tidak DIizinkan Pulang Oleh Majikan, Depresi, Lalu Gantung Diri
2 min read
JAKARTA – Isak tangis menyambut kedatangan jenazah Nurul Lailiah (48), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Krajan, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur. Nurul dipulangkan dalam peti mati setelah dinyatakan meninggal dunia akibat bunuh diri (neck compression due to hanging) saat bekerja di Malaysia.
Jenazah tiba di rumah duka pada Minggu dini hari (22/2/2026) sekitar pukul 00.55 WIB dengan pengawalan ketat dari aparat Polsek Cluring dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Banyuwangi.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Nurul telah bekerja di Malaysia selama lima tahun sejak tahun 2022. Tragedi ini diduga dipicu oleh tekanan psikologis berat yang dialami korban.
Meski masa kontraknya secara de facto telah selesai dan dia sangat ingin pulang ke tanah air, pihak majikan di Malaysia dikabarkan tidak memberikan izin.
“Korban sudah waktunya pulang ke Indonesia, namun majikan tidak memperbolehkan. Hal ini diduga memicu depresi atau stres berat sejak satu tahun terakhir, hingga akhirnya korban nekat mengakhiri hidupnya,” ujar Kapolsek Cluring AKP Puti Ardana Senin (23/2/2026).
Jenazah Dimakamkan di TPU Krajan
Perjalanan terakhir Nurul dimulai dari Terminal Cargo Bandara Internasional Juanda pada Sabtu sore. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans PMI Kabupaten Banyuwangi menuju rumah duka yang berjarak ratusan kilometer.
Setibanya di rumah duka, suasana haru menyelimuti kediaman Maskur (70), ayah korban. Puluhan warga beserta perangkat desa dan aparat TNI-Polri telah siaga menunggu untuk memberikan penghormatan terakhir.
Pukul 01.30 WIB, jenazah disalatkan oleh keluarga dan warga sekitar. Kemudian jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Krajan, Desa Tamanagung.
Kapolsek Cluring, AKP Putu Ardana memastikan, seluruh prosesi, mulai dari penyambutan jenazah hingga pemakaman, berjalan dengan aman dan kondusif.
“Kami melakukan monitoring penuh untuk memastikan pihak keluarga mendapatkan dukungan serta memastikan proses pemakaman berjalan lancar tanpa kendala,” ujar AKP Putu Ardana. []
Sumber Liputan 6
