September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Mencicipi Ketupat Jembut, Kuliner Syawalan Unik Khas Semarang

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

SEMARANG – Perayaan Syawalan identik dengan kuliner khas, yaitu ketupat. Makanan tersebut menjadi menu yang paling dinanti ketika Syawalan. Bahkan, warga Semarang mempunyai ketupat khusus untuk menyambut perayaan tersebut, yaitu ketupat jembut.

Nama ketupat jembut sekilas terdengar tabu. Namun, bagi warga Kota Semarang, sebutan makanan yang satu ini sudah familiar di telinga. Karena, setiap tahun saat perayaan syawalan masyarakat di sana tetap melestarikan tradisi bagi-bagi ketupat itu.

Jika dilihat, yang membedakan ketupat jembut dengan ketupat lain yaitu adanya tambahan taoge di tengah ketupat yang dibelah tengahnya dan menonjol sampai keluar. Cara memakannya juga dicampur dengan lalapan sayuran atau urap.

Ketua RW 1 Pedurungan Tengah, Wasihi Darono menjelaskan, tradisi membagikan ketupat jembut sudah berjalan sejak puluhan tahun yang lalu. Tradisi ini diselenggarakan satu tahun sekali ketika perayaan Syawalan.

“Tradisi memberikan ketupat jembut itu sudah berjalan sejak puluhan tahun yang lalu,” jelasnya saat ditemui di rumahnya, Kamis(20/05/2021).

Selain mendapatkan Ketupat Jembut, anak-anak ini juga menerima uang fitrah. Tradisi tersebut dilakukan oleh orang dewasa dan diperuntukan untuk anak-anak sebagai simbol untuk menjaga atau nguri-nguri tradisi lokal.

“Kalau yang tak bisa memberi ketupat jembut biasanya memberikan uang fitrah,” ujarnya.

Dia menyebut, sampai saat ini antusiasme warga untuk mengikuti tradisi tersebut cenderung naik. Bahkan banyak orang tua yang sengaja meluangkan waktunya agar anaknya bisa mengikuti tradisi tahunan itu.

“Tradisi tersebut diadakan setiap satu tahun satu kali ketika Syawalan,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu warga, Tri Martiningsih meegaku senang mengikuti tradisi ini. Ia selalu menunggu perayaan ini. Menurutnya, tardisi semacam ini perlu terus dilestarikan.

“Yang pasti senang karena ini tradisi leluhur yang harus tetap dilestarikan,” ucapnya saat mengantar cucunya. []

Sumber Beta News

Advertisement
Advertisement