December 10, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Mencuci Rambut di Salon Kecantikan Bisa Memicu Stroke Tiba-Tiba, Kok Bisa ? Begini Penjelasannya

2 min read

JAKARTA – Seorang wanita berusia 50 tahun kena stroke saat mencuci rambut di salon kecantikan. Meski terlihat santai, mencuci rambut di wastafel dapat menyebabkan kondisi serius.

Fenomena ini disebut sindrom stroke salon kecantikan. Menanggapi hal tersebut ahli saraf yang berbasis di Hyderabad Dr. Sudhir Kumar turun ke Twitter menjelaskan kondisi yang dialami wanita 50 tahun tersebut.

Dilansir India TV, wanita paruh baya itu mengalami gejala mual, muntah dan pusing.

“Saya baru-baru ini melihat seorang wanita berusia 50 tahun dengan gejala pusing, mual dan muntah, yang dimulai saat mencuci rambutnya di salon kecantikan. Awalnya, dia dibawa ke ahli gastroenterologi, yang merawatnya sesuai gejala”, tulis Dr. Sudhir di Twitter.

Dr. Sudhir menjelaskan bahwa sindrom yang terjadi ketika leher terlalu ekstensi sampai batas tertentu sebagai akibat dari sentakan atau tekanan tertentu saat rambut dicuci dan tetap dalam posisi itu untuk waktu yang lama.

Kondisi yang disebut hiperekstensi leher dapat menyebabkan kompresi arteri hanya dari perubahan posisi, atau tulang dapat bergeser sedikit di atas yang lain, mengakibatkan diseksi arteri karotis atau vertebralis.

Diseksi adalah robekan pembuluh darah, mengakibatkan bekuan darah yang mengalir ke otak dan menyebabkan stroke.

Jenis stroke ini dikaitkan dengan pijat leher, yang disebut sebagai diseksi serviks oleh ahli tulang.

Ada empat pembuluh darah yang mengalirkan darah ke otak melalui bagian anterior dan posterior leher.

Ketika stroke terjadi karena penyumbatan pada pembuluh darah di bagian belakang leher, hal itu disebut stroke sirkulasi posterior.

Stroke memang umum dialami seiring bertambahnya usia karena berbagai penyebab seperti penyumbatan arteri (stroke iskemik) atau kebocoran atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik) dan beberapa faktor tambahan seperti rokok, tekanan darah tinggi, obesitas, kadar kolesterol tinggi, diabetes, dan konsumsi alkohol berlebihan.

Meski demikian, staf salon harus melakukan tindakan pencegahan saat memandikan dan memijat pelanggan, terutama saat pengunjung berusia lanjut agar tidak terjadi kasus seperti yang dialami wanita 50 tahun yang dilaporkan. []

Advertisement
Advertisement