October 26, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Mendengar Jeritan Rakyatnya, Malaysia Ijinkan PRT Asing Masuk Kembali

2 min read

A maid help to clean the kitchen area (16 NOV 2020). — CHAN TAK KONG/The Star

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

KUALA LUMPUR – Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan pembantu rumah tangga (PRT) asing yang sempat pulang ke negara asalnya karena pandemi virus corona kini diizinkan untuk kembali ke Malaysia. Ia berujar negaranya banyak menerima permohonan dari Indonesia dan Filipina agar membuka pintu untuk PRT.

Ismail menjelaskan para PRT ini harus memiliki visa dan izin kerja yang valid sebelum mengajukan MyTravel Pass. “Saat ini, pemerintah telah setuju untuk mengizinkan mereka yang terdampar di negara asalnya tetapi dengan visa dan izin kerja yang sah untuk kembali ke Malaysia,” katanya dikutip dari New Straits Times, Rabu, 31 Maret 2021.

Ia mencontohkan banyak PRT yang pulang ke negara asalnya untuk liburan tetapi tidak dapat kembali setelah Malaysia menutup perbatasan. “Sekarang diizinkan untuk kembali tetapi mereka harus mengajukan MyTravel Pass,” ucap dia.

Ismail Sabri mengatakan para PRT asing akan dikenakan prosedur operasi standar yang ketat begitu mereka tiba di Malaysia. “Mereka harus melakukan tes usap Covid-19 tiga hari sebelum tanggal keberangkatan dan dikarantina selama tujuh hari setelah kedatangan.

Biaya karantina sepenuhnya ditanggung oleh pemberi kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Asosiasi Agen Pembantu Asing (PAPA) akan diizinkan untuk memproses aplikasi perekrutan sehingga pekerja rumah tangga asing dapat kembali ke negara itu setelah perbatasan dibuka. Menurut Ismail, PAPA biasanya butuh waktu tiga hingga empat bulan untuk menyelesaikan aplikasi rekrutmen termasuk pengajuan visa dan izin kerja.

“Makanya, pemerintah sudah sepakat bisa memulai proses persiapan sekarang. Namun, mereka tidak akan diizinkan untuk membawa masuk PRT asing sampai perbatasan dibuka kembali,” ujarnya.

Menteri Senior Malaysia itu mencontohkan jika negaranya membuka perbatasan pada Agustus kemungkinan PRT asing baru bisa masuk pasar kerja pada Desember lantaran PAPA belum memulai proses aplikasi perekrutan. []

Sumber Straits Times

Advertisement
Advertisement