May 9, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Menengok Kondisi Sunenti, PMI Asal Indramayu yang Sakit Parah di China

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Setelah sempat beredar kabar dan viral melalui jejaring media sosial sejak akhir Maret 2021 kemarin, Sunenti, pekerja migran Indonesia asal Indramayu yang terkulai sakit di ruang ICU Rumah sakit Pudong Shanghai China pun mulai mendapat perhatian.

Kabar perihal kondisi PMI asal desa Sukadana Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu Jawa Barat ini kali pertama diunggah oleh akun Facebook Nyonya Bogosipho.

Berikut isi unggahannya :

“Asalammualaikum

Teman Teman Yang Ada Di Hongkong   Mohon Bantuan Donasi buat Saudara Kita ibu SUNENTI Yang Berasal Dari Indramayu

Desa:Sukadana

Ke :Tukdana

Kab:Indramayu

yang Berada Di Shanghai China Yang Sedang Sakit Parah,Agar Bisa Membayar Biaya Rumah Sakit Dan Bisa Proses Pulang Ke Indonesia

Yang Gak Bisa libur Bisa Transfer melalui TNG

No WA 0895615812058

Hari Minggu Kita Open Donasi Di Causeway bay yah Teman Teman

Maaf Yang kena Tag Yah Teman Teman

Yang belum ke tag mohon maaf

Yang Mau bantu bisa melalui TNG dan P2P

Bisa juga melalui nomer rekening pihak keluarga”

Hingga saat berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 400 kali.

Mengutip Tribun Jabar, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, sakit komplikasi yang diderita Sunenti cukup parah.

Ia mengalami asma akut dan infeksi lambung.

“Dia tadinya mau pulang, dia di sana sudah sakit-sakitan, majikan juga kan gak mau ambil risiko, nah pas mau pulang mau ke kantor imigrasi Sunenti langsung koma,” katanya, kemarin (18/04/2021).

Sunenti juga sempat disangka terkena Covid-19 karena suhu badannya yang tinggi.

Dalam hal ini, disampaikan Juwarih, kondisi Sunenti sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Hanya saja, sekarang ia tidak bisa pulang dan harus tertahan di rumah sakit karena terkendala biaya pengobatan.

Pihak keluarga diketahui tidak memiliki biaya untuk melunasi biaya berobat Sunenti selama di rumah sakit.

“Keluarga sebenarnya sudah kirim hampir Rp 67 juta, tapi masih kurang Rp 57 juta lagi,” katanya. []

 

 

 

 

Advertisement
Advertisement