July 4, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Menjadi Korban Tabrak Lari, Seorang PMI Asal Lumajang Kakinya Diamputasi

2 min read

JAKARTA – Merantau ke negara penempatan yang dilakukan oleh seorang pekerja migran Indonesia sudah pasti membawa segunung harapan akan perubahan yang lebih baik pada kehidupannya di kampung halaman. Pilar ekonomi, shortcut perubahan yang diyakini dengan meningkatnya taraf ekonomi, akan bisa meningkatkan hal lain dalam kehidupan mereka seperti pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan. Namun bagaimana halnya dija yang terjadi di negara penempatan justru tidak sesuai dengan yang diharapkan ?

Kisah tragis yang menimpa pekerja migran Indonesia kembali berulang. Terkini, seorang pekerja migran Indonesia menjadi korban tabrak lari yang membuatnya harus diamputasi salah satu kakinya di Malaysia.

Penanganan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban kecelakaan di Malaysia menjadi atensi serius BP2MI dan International Business Association (IBA).

Melalui program Labour Care milik IBA, seorang PMI asal Lumajang, Ibu Erwin berhasil dipulangkan ke Batam. Anggota IBA, Ade menjelaskan bahwa kondisi Ibu Erwin perlu mendapat perhatian serius dari pihaknya.

Pasalnya, Ibu Erwin menjadi korban tabrak lari di Malaysia saat dirinya hendak menyeberang jalan.

Lanjut Ade, peristiwa nahas tersebut terjadi tanggal 8 April 2022 lalu.

“Salah satu negara tujuan IBA melalui program Labour Care adalah Malaysia. Saat berkunjung ke KBRI di sana, kami sempat berbuka puasa bersama dengan komunitas PMI di Malaysia dan mendapatkan informasi mengenai kondisi Ibu Erwin,” katanya, dilansir dari Kompas TV Senin (02/05/2022).

Ia mengungkapkan jika Ibu Erwin sendiri harus mendapat perawatan serius akibat peristiwa nahas yang menimpanya.

Kaki kiri wanita paruh baya tersebut mesti diamputasi. Lalu, Ibu Erwin mengalami luka parah di bagian perutnya.

Namun karena kondisi ekonomi Ibu Erwin memperihatinkan, kata Ade, biaya yang cukup besar untuk penanganan medis pun tak mampu diselesaikan.

Di sisi lain, keluarga menginginkan Ibu Erwin dipulangkan ke kampung halamannya.

“Keluarga Ibu Erwin sudah menghabiskan semua tabungan dan aset di kampung untuk membiayai perawatannya. Bantuan kepada beliau pun datang dari berbagai pihak terutama komunitas Anshor dan juga Pertimig,” sambung Ade.

Dengan bantuan informasi dari IBA kepada BP2MI, para sukarelawan di Malaysia dan dibantu oleh KBRI langsung mengurus sejumlah proses validasidokumen untuk Ibu Erwin.

Semua bantuan diupayakan agar Ibu Erwin bisa segera dipulangkan ke tanah air dengan segala fasilitas yang dibutuhkan.

“Saat ini Ibu Erwin telah berada di Indonesia tepatnya di Kota Batam dan dirawat di RSBP Batam dengan kondisi yang jauh lebih baik,” ujarnya.

“Pihak keluarga pun juga telah berada di sisinya untuk merawat,” tutur Ade.

Terpisah, Ibu Erwin tak lupa mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Khususnya kepada IBA.

“Terimakasih IBA atas bantuannya, berkat kerja sama dengan BP2MI, musibah saya bisa lebih cepat tertangani,” ungkapnya.

“Saya tidak bisa pulang, keluarga menunggu saya. Tapi karena IBA, alhamdulilah saya sekarang ada di rumah sakit Batam,” sambung wanita asal Jawa Timur tersebut. []

Advertisement
Advertisement