February 20, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Menjemput Asa ke Negeri Sakura

3 min read

JAKARTA – Di banyak sudut Indonesia, mimpi tentang bekerja ke luar negeri masih hidup berdampingan dengan kecemasan. Harapan akan penghasilan lebih baik sering kali dibayangi cerita tentang penipuan, jalur ilegal, dan kerentanan pekerja migran. Namun di tengah kekhawatiran itu, sebuah jalur resmi untuk bekerja ke luar negeri perlahan membuka jalan yang lebih pasti: Program Government to Government (G to G) Jepang.

Program ini bukan cerita baru, telah dimulai sejak 2008 lalu, tetapi gaungnya semakin relevan hari ini. Jepang, negara dengan angka harapan hidup tinggi dan populasi lansia yang terus meningkat, menghadapi kekurangan tenaga kerja di sektor kesehatan dan keperawatan. Indonesia, dengan bonus demografi dan tenaga kerja muda yang melimpah, hadir sebagai mitra strategis.

Bekerja ke Jepang Lewat Jalur Negara

Berbeda dengan penempatan nonprosedural yang kerap memicu persoalan hukum dan kemanusiaan, G to G Jepang dijalankan langsung oleh pemerintah kedua negara. Skema ini memastikan proses seleksi, pelatihan, hingga penempatan dilakukan secara transparan dan terlindungi.

Melalui program ini, warga negara Indonesia memiliki kesempatan bekerja sebagai perawat medis (kangoshi) maupun perawat lansia (kaigofukushishi) di Jepang. Yang menarik, peluang tidak hanya terbuka bagi lulusan keperawatan. Bagi lulusan non-keperawatan, jalur careworker/perawat lansia menjadi alternatif nyata—selama bersedia mengikuti pelatihan, sertifikasi, dan pembekalan yang ditetapkan.

Belajar, Bekerja, dan Bertumbuh

G to G Jepang bukan sekadar soal berangkat dan bekerja. Prosesnya menuntut kesiapan yang tidak ringan. Bahasa Jepang menjadi tantangan utama, disusul budaya kerja yang dikenal disiplin, presisi, dan menghargai waktu.

Namun di balik tantangan itu, ada proses pembentukan kualitas diri. Peserta dibekali pelatihan bahasa, orientasi budaya, serta pemahaman etos kerja sebelum diberangkatkan. Mereka tidak hanya dipersiapkan sebagai pekerja, tetapi sebagai representasi bangsa—duta negeri di kancah dunia.

Banyak alumni program ini mengakui bahwa pengalaman bekerja di Jepang mengubah cara pandang mereka terhadap profesionalisme, tanggung jawab, dan nilai kerja. Penghasilan memang penting, tetapi kompetensi dan pengalaman global menjadi bekal jangka panjang yang jauh lebih berharga.

Peluang Nasional, Dampak Kolektif

Bagi Indonesia, G to G Jepang bukan hanya soal penempatan tenaga kerja, tetapi juga strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Setiap pekerja yang berangkat melalui jalur resmi berarti satu risiko eksploitasi yang berhasil dicegah.

Ketika kelak kembali ke tanah air, para pekerja migran ini berpotensi menjadi agen perubahan—baik sebagai tenaga terampil, pelaku usaha, maupun mentor di komunitasnya. Dengan demikian, migrasi tenaga kerja tidak lagi dipandang sebagai “kepergian”, melainkan sebagai siklus pembelajaran dan kontribusi.

Di mana dan Bagaimana Prosedurnya?

Pendaftaran Program G to G Jepang dilakukan secara resmi dan gratis melalui pemerintah, bukan melalui calo atau jalur perseorangan. Mungkin banyak yang belum tahu tentang Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, kini saatnya untuk tahu. Negara kita sejak 2007 silam sesungguhnya telah memiliki satu lembaga negara khusus yang bertanggung jawab dalam hal ihwal bekerja ke luar negeri, namun dengan berbagai dinamika perubahan nomenklatur yang silih berganti. Maka wajar jika tak pernah benar-benar mudah diingat masyarakat kebanyakan.

Program G to G Jepang dilaksanakan oleh kementerian ini melalui unit-unit kerjanya di daerah. Peminat dapat mendaftar secara daring melalui portal SISKOP2MI atau jika memerlukan informasi, konsultasi, dan pendampingan pendaftaran dapat bertandang langsung ke unit-unit layanan KemenP2MI terdekat.

Seluruh proses seleksi, pelatihan, hingga penempatan dilakukan sesuai prosedur resmi pemerintah Indonesia dan Jepang. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap pihak yang menjanjikan keberangkatan cepat dengan biaya tinggi di luar mekanisme resmi.

Menata Mimpi dengan Cara yang Benar

Program G to G Jepang memberi pesan penting bagi pekerja Indonesia: mimpi bekerja ke luar negeri tidak harus ditempuh dengan risiko. Ada jalan resmi, ada pelindungan negara, dan ada masa depan yang bisa direncanakan dengan lebih tenang.

Di tengah tantangan lapangan kerja nasional dan globalisasi yang tak terelakkan, G to G Jepang hadir sebagai contoh bahwa migrasi tenaga kerja bisa dikelola secara bermartabat—bukan sekadar untuk mencari nafkah, tetapi untuk membangun kualitas manusia Indonesia. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply