December 8, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Menkes : Kasus Gagal Ginjal Akut Akan Turun Setelah Obat Sirup di Stop

2 min read

JAKARTA –  Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengklaim penurunan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) di Indonesia turun secara drastis. Hal ini diyakini setelah penggunaan obat sirup distop Kementerian Kesehatan.

“Kita melihat penurunannya sangat sangat drastis, sangat drastis. Yang tadinya sehari bisa 20 bisa 30 kasus, kemarin beberapa hari sempat kosong,” kata Budi di Ponpes Al-Wathoniyah Pusat Putri, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (26/10/2022).

Budi mengatakan saat ini penambahan kasus gangguan gagal ginjal akut di Indonesia relatif kecil. Pemerintah pun mulai memberikan obat penawar atau antidotum dengan merek Fomepizole kepada pasien

Ia menyebut pemberian obat itu cukup efektif pada pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr Cipto Mangunkusumo dan RSCM Jakarta. Budi juga memastikan pembiayaan pasien GGAPA di fasilitas kesehatan akan ditanggung pemerintah alias gratis.

“Kita lihat setelah kita berhentikan (pemakaian obat sirop), dilaporkannya dua kasus, yang biasa tadinya 30-40, sekarang turun drastis, dua tiga hari, ketemu tiga kasus,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan sebelumnya melakukan upaya konservatif dengan melarang total penggunaan maupun penjualan obat sirop di Indonesia, lantaran obat sirup tersebut diduga tercemar cairan etilen glikol (EG) maupun dietilen glikol (DEG).

Kemenkes atas hasil pengujian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merilis 156 merek obat sirop yang telah dipastikan keamanannya usai diuji.

Rinciannya, 133 produk obat sirup yang tidak menggunakan propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, hingga gliserin atau gliserol. Selanjutnya, dari daftar 102 obat temuan Kemenkes yang merupakan riwayat obat pasien gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia, BPOM telah melakukan sejumlah pengujian.

Hasilnya, dari 102 obat itu, 23 di antaranya tidak menggunakan propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, hingga gliserin atau gliserol, sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Kemenkes juga mengizinkan penggunaan 12 obat yang sulit digantikan dengan sediaan lain. Obat tersebut mengandung zat aktif asam valproat, sildenafil, dan kloralhidrat yang hanya boleh digunakan dengan monitoring terapi oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan Indonesia. []

Advertisement
Advertisement