January 21, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Menyingkirkan Penyakit Hati

3 min read

JAKARTA – Hati berperan menentukan sifat baik dan buruknya manusia. Menjaga kesucian dan kebersihan hati sangatlah penting berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam:

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati,” (HR. Bukhari).

Melansir Islami.co, hati memiliki kedudukan sebagai kompas dalam menentukan munculnya suatu tindakan. Hati yang suci dan bersih akan menjauhkan dari segala bentuk keburukan. Sehingga diperlukan sebuah formula agar hati senantiasa bersih dan terhindar dari penyakit hati.

Ternyata ada resep khusus untuk menghapus dosa dan penyakit hati yang harus diketahui oleh setiap Muslim.

Berikut ini resep menghapus dosa dan penyakit hati menurut Hasan al-Basri, dikutip dari Islampos.com.

 

  1. Ikhlas pada kefakiran dan tawadhu

Kefakiran dan tawadhu atau kerendahan hati adalah ibarat pohon yang memiliki nilai yang tinggi di sisi Allah. Ada juga akar sebagai bagian terpenting bagi kehidupan pohon tersebut.

Maka, ambillah bagian yang paling penting di hidup ini, yaitu rasa ikhlas pada kefakiran dan tawadhu karena itu sangat tinggi di sisi-Nya. Ini bisa dilakukan dengan menerima segala yang Allah berikan.

 

  1. Bertobat

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Orang yang bertobat dari dosa itu seperti orang yang tidak berdosa.”

Tobat dapat membersihkan diri dari dosa. Dan jika Allah mencintai hamba tersebut, dirinya pasti tidak akan terjerumus dalam dosa.

 

  1. Ridha pada ketetapan Allah

Menganai ridha, an-Nawawi berkata, “Sifat ridha itu adalah rasa senang hati saat menghadapi pahitnya ketetapan Allah (qadha).

Maka perlu keridhaan yang tinggi dalam menerima dan menjalankan seluruh perintah-Nya. Juga menentramkan hati dalam menjalani segala keputusan Allah dan menerimanya dengan senang.

 

  1. Qana’ah

Banyak ulama mengatakan bahwa maksud qana’ah adalah tidak memedulikan sesuatu yang tidak ada dan merasa cukup dengan yang ada.

Maka teruslah bersyukur dengan segala nikmat yang Allah berikan dan yakini bahwa ini yang terbaik bagi setiap hamba.

 

  1. Takwa

Karena hal-hal di atas haruslah dapat menguatkan seorang hamba kepada ketakwaan yang kokoh.

Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri.” (QS. An-Nisa: 1).

 

  1. Rasa Malu

Rasa malu sangat penting dimiliki oleh seorang hamba. Dengan malu, seorang hamba akan enggan bermaksiat, enggan membangkang dan enggan untuk mengulangi dosa-dosanya lagi.

Karena ia malu kepada Allah yang telah memberikan nikmat yang luar biasa. Maka seorang Muslim hendaknya malu ketika berbuat dosa. Karena ini bukanlah kebanggaan. Hanya karena Maha Baiknya Allah sehingga aib-aib seorang hamba tertutupi.

 

  1. Mahabbah

Mahabbah adalah rasa cinta kepada Allah. Yaitu menganggap remeh sesuatu yang berasal dari dirinya walaupun sebetulnya banyak. Dan juga menganggap sesuatu dari Allah itu banyak atau berharga walaupun terlihat sedikit.

Maka segala kepemilikan hamba hendaknya diberikan kepada Allah dan hanya berharap kepada Allah untuk diberikan karunia-Nya. Tak lupa untuk selalu memandang betapa luasnya rahmat Allah.

 

  1. Bersyukur

Dengan segala hal yang dilakukan di atas, jangan sampai seorang hamba lupa untuk bersyukur kepada Allah. Karena Allah yang telah memberikan hal yang luar biasa itu kepada hamba-Nya.

Dengan rasa syukur, maka seorang hamba akan lebih menghargai dan berterima kasih akan segala nikmat yang Allah curahkan.

 

  1. Berharap hanya kepada Allah

Seorang Muslim hendaknya terus memupuk rasa harap kepada Sang Pencipta yaitu Allah Ta’ala. Dengan itulah Allah melihat kesungguhan hamba-Nya dalam bersandar kepada-Nya.

Hanya kepada Allah seorang hamba berharap, karena hanya Allah yang dapat mendengar harapan seorang hamba, memberikan jalan dan segala yang terbaik. Maka yakinlah kepada Allah.

 

  1. Senantiasa memuji Allah

 

Betapa luar biasanya Allah memberikan banyak hal pada seorang hamba. Maka sebagai seorang Muslim, hendaknya kita memuji Allah dengan penuh ketulusan. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply