April 22, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Meski Telah Lama Menjadi Kantong Pekerja Migran, Hingga Kini Cilacap Masih Memiliki Puluhan Desa Dengan Kemiskinan Ekstrim

2 min read

JAKARTA – Kabupaten Cilacap memiliki 73 desa yang masuk kategori miskin, dan 37 diantaranya masuk kategori miskin ekstrem. Mengatasi situasi itu, Pemkab Cilacap menargetkan pengentasan desa miskin ekstrem akan selesai pada 2024 mendatang.

Pj Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar menegaskan hal tersebut dalam Rakor bersama Camat dan Kepala Desa di Ruang Prasandha, Pendapa Wikayakusuma Cakti Cilacap, Kamis 26 Januari 2023. “Intervensi dilakukan sesuai arahan presiden, bahwa pada 2024 tidak ada lagi desa miskin ekstrem,” jelasnya, seperti dikutip dari laman resmi Pemkab Cilacap.

Yunita juga meminta para Camat maupun Kepala Desa melaksanakan survei mengenai indikator miskin ekstrem. Sehingga diperoleh data yang akurat, agar program intervensi yang dilakukan bisa tepat sasaran. Selain itu, ia juga meminta tiap OPD bertanggungjawab memantau satu desa miskin, agar intervensi dan pemantauan bisa berkesinambungan.

Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap misalnya, masih memiliki tiga desa yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Tiga desa itu adalah Desa Ujung Alang, Desa Ujung Gagak, dan Desa Panikel. Ketiga desa itu masuk kategori miskin ekstrem, diukur dari beberapa indikator diantaranya yaitu sumber air bersih, kepemilikan jamban, dan risiko stunting.

“Di Kampung Laut yang belum punya jamban 589 KK, belum memiliki sumber air bersih 613, belum terlayani jaringan listrik 3, dan risiko stunting 270,” kata Pj Bupati Yunita Dyah Suminar dalam Rakor Aparat Pemerintah Kecamatan Kampung Laut di pendapa kecamatan setempat, Kamis 26 Januari 2023 seperti dikutip dari cilacapkab.go.id.

Menurut Yunita data risiko stunting diperoleh dengan menghitung ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK). Selain itu, juga ada kelompok remaja yang memerlukan multivitamin penambah darah.

Sementara  itu mengenai persoalan jaringan air bersih, Kecamatan Kampung Laut perlu ditangani secara khusus. Guna mengatasi hal itu, Perumdam Tirta Wijaya berencana menambah jaringan air bersih di Desa Ujung Gagak. Nantinya air bersih akan didistribusikan ke wilayah desa lain.

“Cuma memang aliran airnya ngithir (tidak deras). Yang penting air bersih,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri menjelaskan, faktor kepemimpinan dan pengembangan kompetensi juga menunjang kemajuan suatu wilayah. Para pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator telah memperoleh pembinaan meritokrasi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Tengah.

Lebih lanjut Awaluddin mengatakan, untuk pengisian jabatan Cilacap akan menggunakan sistem talent pool, sesuai Undang-Undang Kepegawaian yang memakai sistem merit untuk mengisi jabatan, promosi, dan peningkatan kapasitas ASN. Adapun Kecamatan Kampung Laut memerlukan ASN yang berkualitas dan berdedikasi agar pembangunan semakin maksimal.

“Memang di Kampung Laut sulit. Kita sudah menempatkan ASN yang berkualitas, tapi baru satu tahun minta pindah. Oleh karena itu Pemkab sudah mengupayakan khususnya yang di Puskesmas, kita akan membuat formulasi agar tambahan penghasilannya setara dengan ASN,” jelasnya.

Selain tiga desa di Kecamatan Kampung Laut, ada 37 desa di Kabupaten Cilacap yang masuk kategori miskin ekstrem. Guna mempercepat penanganan kemiskinan di wilayah itu Pemkab Cilacap berencana mengundang para camat dan kepala desa dari wilayah tersebut. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahkan dijadwalkan memeriksa langsung intervensi penanganan kemiskinan di Cilacap. []

Sumber Suara Merdeka

Advertisement
Advertisement