Mewujudkan Indonesia Emas Bukan Sekedar Mengisi Kebutuhan Pasar Kerja
2 min read
JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, di mana ia memberikan kuliah umum dan sosialisasi mengenai jalur karier aman, proses migrasi legal, serta peluang kerja bagi lulusan vokasi maupun sarjana.
Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak Muhammadiyah sebagai upaya bersama dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Kunjungan ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang membentuk Kementerian P2MI melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 139 Tahun 2024. Tujuannya adalah memperkuat pelindungan dan tata kelola Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara terpusat dan profesional.
Dalam arahannya, Presiden menekankan pelindungan maksimal bagi Pekerja migran mulai dari sebelum, selama, hingga setelah bekerja, serta penempatan berkualitas yang menggeser paradigma dari pekerja low-skill ke medium-high skill.
Latar belakang kebijakan ini adalah bonus demografi Indonesia yang berlangsung sejak 2012 hingga 2035, dengan puncak antara 2020-2035. Pada 2025, penduduk usia produktif mencapai 183.355.466 jiwa, dan diproyeksikan meningkat menjadi 207.990.000 jiwa pada 2045.
Di sisi lain, fenomena aging population di banyak negara menciptakan peluang besar bagi Indonesia untuk mengoptimalkan tenaga kerja di luar negeri, menghadapi tantangan seperti beban jaminan sosial dan kekurangan tenaga kerja.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) per 23 November 2025, terdapat 351.407 lowongan kerja di luar negeri, dengan sisa lowongan sebanyak 284.530 dan yang telah terserap 66.877 (19,03%).
Menindaklanjuti arahan Presiden, Kementerian P2MI mempersiapkan 500.000 tenaga kerja pada 2026 di sektor-sektor prioritas seperti caregiver, welder, hospitality, nurse, truck driver, dan lainnya. Kementerian P2MI akan mengkoordinasikan penempatan mereka ke negara tujuan.
Untuk merespons peluang ini, Kementerian P2MI merancang program quick win seperti SMK Go Global, berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, dengan Kementerian P2MI sebagai leading sector.
“Yang terpenting, Kementerian P2MI fokus menyebarkan informasi mengenai langkah-langkah menjadi migran aman,” beber Mukhtarudin.
“Kementerian P2MI siap mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kami bukan sekadar mengisi kebutuhan pasar kerja, tapi menjadi garda terdepan dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu menjawab tantangan global,” ujar Menteri Mukhtarudin.
Mahasiswa dan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya sebagai penonton, melainkan berkontribusi aktif dalam ekosistem tata kelola Pekerja migran yang holistik, komprehensif, dan bermartabat.
Kementerian P2MI terbuka untuk kolaborasi lebih luas, termasuk penyebaran informasi migran aman, sosialisasi program pelindungan, pelatihan calon Pekerja Migran terampil, serta inisiatif berbasis keilmuan.
Pj. Sekda Kalteng Leonard S. Ampung juga memohon dukungan kepada Menteri Mukhtarudin untuk membantu anak muda di Kalimantan Tengah.
“Kami mohon dukungan Bapak Menteri untuk melatih dan membina anak muda di Bumi Tambun Bungai yang kita cintai ini, agar menjadi tenaga kerja yang mampu bersaing di tingkat internasional global. Semoga kegiatan ini membuka inspirasi dan martabat untuk Kalimantan Tengah lebih maju dan sejahtera menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Pj. Sekda Kalteng Leonard S. Ampung.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi pemuda Kalimantan Tengah untuk memanfaatkan peluang migrasi aman dan berkontribusi pada visi nasional. []
