November 30, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Namanya Geblek, Kuliner yang Kenyal dan Gurih ini Ternyata Khas Kulon Progo

2 min read

JAKARTA –  Berkunjung ke Kabupaten Kulon Progo tidak lengkap rasanya apabila belum menikmati secangkir Kopi Menoreh dan kudapan Geblek, makanan khas Kulon Progo yang kenyal dan gurih.

Geblek dibuat dari adonan yang berasal dari sari pati singkong dibuat dengan cara memadatkan adonan, kemudian membentuk seperti pipa padat dan dibuat lingkaran yang digabungkan berbentuk seperti angka delapan.

Pengrajin geblek di Waduk Sermo, Wiwit Riyanti mengatakan makanan khas yang kerap disajikan dengan tempe besengek ini, memiliki makna filosofi dalam menjalani kehidupan antara lain, manusia harus berbuat baik yang dilambangkan dengan warna putih. Kemudian, manusia harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang dilambangkan dengan tekstur kenyal.

“Sementara rasa gurihnya menunjukkan sikap tidak membedakan siapapun dalam pergaulan, serta saling bekerjasama yang ditandai gabungan lingkaran-lingkaran yang membentuk angka delapan tadi. Jadi, dalam geblek ini mempunyai maknanya masing-masing,” jelas Wiwit, Sabtu (22/10/2022).

Wiwit menambahkan, dalam pembuatan geblek membutuhkan beberapa bahan adonan. Adapun cara pembuatannya dimulai dengan memarut halus singkong yang kemudian disiram dengan air. Kemudian, singkong tersebut diperas dan sisihkan air perasan selama 2 – 3 jam hingga pati singkong mengendap.

Selanjutnya, pati singkong yang telah mengendap tersebut diambil dan tambahkan bumbu seperti garam, bawang putih ataupun parutan kelapa agar rasanya lebih gurih.

“Setelah itu, diaduk rata dan tambahkan pati singkong. Kemudian, kita campur-campur adonan sampai kalis dan bumbunya merata. Lalu, bentuk adonan singkong menjadi cincin kecil, kita biasanya melintir seperti membuat bentuk pipa padat terus dibuat lingkaran. Nah, lingkaran-lingkaran itu kemudian kita satukan membentuk angka delapan. Setelah itu, baru kita goreng sampai matang dan renyah,” terang Wiwid disela-sela proses pembuatan geblek.

Wiwit mengungkap proses penggorengan geblek disarankan saat minyak masih dingin kemudian baru menyalakan api. Pasalnya, geblek yang memiliki kandungan tepung singkong ini dapat meledak saat terkena minyak panas. Lebih lanjut, untuk geblek yang belum digoreng dapat bertahan hingga tujuh hari dengan proses penyimpanan dalam kulkas.

Sementara itu, Wiwit mengungkap adanya pemecahan rekor MURI geblek sepanjang 710 meter di Alun-Alun Wates, Kulon Progo pada Sabtu (22/10/2022) ini dapat lebih mengenalkan geblek sebagai makanan khas Kulon Progo yang memiliki cita rasa yang lezat.

Selain itu, juga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pembuatan geblek dari proses membuat adonan, bahan-bahan yang dibutuhkan hingga proses membuat bentuk geblek yang semuanya masih dilakukan secara tradisional.

“Tentunya kami sebagai pengrajin geblek di Kulon Progo sangat senang melihat antusias masyarakat, tadi juga banyak yang dari luar Kulon Progo mereka ingin tahu cara buat geblek itu seperti apa, dan bahan-bahan yang dipakai juga aman, sehat. Kami berharap kegiatan ini dapat membuat geblek semakin dikenal oleh masyarakat luas, dan bisa jadi makanan yang mereka cari-cari saat ke Kulon Progo,” jelasnya. [PILAR]

Advertisement
Advertisement